Breaking News:

Dendam China Pada Amerika Sangat Dalam, Pantas Saja Modernisasa Militer untuk Kalahkan Paman Sam

Persaingan jangka panjang antara China dan Amerika Serikat, termasuk konfrontasi selama puluhan tahun atas Taiwan , telah menjadi kekuatan pendorong u

Editor: Alfred Dama
Xinhua
Foto: Pasukan militer China (PLA) telah meningkatkan kesiapan tempurnya sejak 2012 sejak Xi Jinping menjabat tahun 2012. 

POS KUPANG.COM -- China sukses membangun militernya hanya dalam waktu 20 tahun hingga menjadi raksasa di dunia

Saat ini, kekuatan militer China berada pada ururan ketiga atau berada berada dibawa Amerika Serikat dan Rusia

China dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) juga merupakan salah satu negara yang memiliki senjata nuklir

Tentara modernisasi China untuk membalas dendam dengan sikap Amerika Serikat

Persaingan jangka panjang antara China dan Amerika Serikat, termasuk konfrontasi selama puluhan tahun atas Taiwan , telah menjadi kekuatan pendorong untuk modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Modernisasi ini termasuk pembangunan armada angkatan laut yang canggih dan pengembangan sistem navigasi satelit global, kata pengamat.

Disadur Sosok.ID dari South China Morning Post, Minggu (18/4/2021), Beijing telah lama menyadari bahwa musuh utamanya adalah AS yang berkomitmen untuk membela Taiwan

Baca juga: Dulu Musuh Bebuyutan,Kini Jepang dan Amerika Bersatu Hadapi China Soal Taiwan dan Laut China Selatan

Baca juga: China Terancam,Jepang dan Amerika Serikat Bersatu Soal Taiwan,Laut China Timur & Laut China Selatan

Baca juga: Terungkap,Tujuan Utama Latihan Militer China di Selatan Taiwan Bukan Siap Serbu Taiwan,Tapi Incar AS

Baca juga: Manuver China Makin Menakutkan di Laut China Selatan, Tebar Ribuan Pasukan Rahasia di LCS

Ilustrasi Iring-iringan kapal perang China
Ilustrasi Iring-iringan kapal perang China (Naval News via sosok.grid.id)

Mengapa modernisasi militer China diduga didorong oleh 'penghinaan' pada tahun 1996?

Gangguan yang disengaja pada GPS Amerika dianggap menjadi alasan PLA 'kehilangan' dua rudal selama uji tembak 25 tahun yang lalu, dan Beijing bertekad untuk tidak pernah membiarkannya terjadi lagi.

Uji coba rudal di Selat Taiwan pada tahun 1996, telah meningkatkan kebutuhan China untuk memodernisasi angkatan lautnya dan belajar dari musuhnya.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved