Pasca Bencana Alam NTT

Setelah Kota Kupang, Warga Kota Lewoleba-Lembata Berhamburan Adanya Info Banjir Rob Dekati Pesisir

Warga kota Lewoleba di kabupaten Lembata panik dan berlarian ke tempat ketinggian usai adanya informasi adanya banjir ROB di wilayah sekitar Ra

Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Warga kota Lewoleba berkumpul di ketinggian seputar wilayah panti asuhan Komak, Lewoleba-Lembata.    

Setelah Kota Kupang, Warga Kota Lewoleba-Lembata Berhamburan Adanya Infor Banjir Rob Dekati Pesisir

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Warga kota Lewoleba di kabupaten Lembata panik dan berlarian ke tempat ketinggian usai adanya informasi adanya banjir ROB di wilayah sekitar Rayuan Kelapa dan sekitarnya. 

Informasi ini ditersebar pasca gemuruh besar dari gunung Ile Lewotolok yang cukup mengagetkan warga di sekitar kecamatan Ile Ape, termaksud kota Lewoleba. 

Arga Wuran , salah seorang warga kota mengatakan ia spontan terbangun dari tidur dan langsung bergegas berlari menuju ke arah ketinggian ketika mendengar adanya teriakan air laut sedang menaiki wilayah pesisir Lewoleba. 

"Tadi saya lagi tidur, tiba-tiba dengar orang teriak air laut naik, saya bangun langsung lari saja," ujarnya, Sabtu 17 April 2021 sekira pukul 00.30 WITA. 

Ia menuturkan, sebelum terdengar teriakan, ia sempat merasakan getaran, yang menurutnya itu merupakan bunyi gemuruh gunung Ile Lewotolok.  

Sementara itu, Karno, salah seorang pemuda di Rayuan, mengatakan kondisi air laut saat ini masih seperti biasanya. 

"Kami tinggal di dekat laut, air laut ini biasa saja. Kalau mau lari, tunggu kami yang dekat-dekat pantai lari baru kamu lari. Ini orang tipu-tipu saja, karena pas ada bunyi gunung tadi," jelasnya kesal mendengar informasi tersebut. 

Hal yang disampaikan Karno, juga diperkuat lagi oleh salah satu aparat kepolisian resor Lembata yang melakukan patroli guna menghimbau masyarakat agar kembali ke rumah masing-masing. 

Baca juga: Renungan Ramadhan: Hidupkan Ramadhan Dengan Qiyamullail

Baca juga: PSMTI Salurkan Bantuan dari Konsulat RRT untuk Korban Bencana Alam di NTT, Ini Datanya

"Air laut sedang tenang. Kami lagi patroli untuk menghimbau masyarakat agar kembali kerumah," tulis salah seorang anggota kepolisian dalam WAG PPGA Ile Lewotolok meminta agar bersama mengedukasi masyarakat untuk tidak panik dengan situasi seperti ini, Sabtu 17 April 2021 malam. 

Sementara itu, petugas di pos pemantau gunung api (PPGA) Stanislaus Ara Kian, mengatakan kondisi yang baru saja terjadi merupakan aktifitas gunung Ile Lewotolok, sehingga masyarakat pun diminta untuk tidak panik akan hal ini. 

Terkait dengan informasi apapun tentang kondisi gunung, pihkanya akan terus menginformasikan kepada semua masyarakat. 

Informasi yang dihimpun, hingga saat ini masyarakat masih berkumpul di daerah ketinggian seperti panti Asuhan Komak, Lusikawak, kantor camat dan berangsur kembali ke rumah masing-masing. . (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Warga kota Lewoleba berkumpul di ketinggian seputar wilayah panti asuhan Komak, Lewoleba-Lembata. 
 
Warga kota Lewoleba berkumpul di ketinggian seputar wilayah panti asuhan Komak, Lewoleba-Lembata.    (istimewa)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved