Permata Kupang Minta Aparat Kepolisian Tindak Tegas Penyebar Isu Tsunami di Lembata
informasi yang telah disebarkan tadi malam, telah membuat masyarakat setempat berhamburan mencari tempat ketinggian.
Permata Kupang Minta Aparat Kepolisian Tindak Tegas Penyebar Isu Tsunami di Lembata
POS-KUPANG.COM | KUPANG--Perhimpunan Mahasiswa Lembata (PERMATA) Kupang meminta aparat kepolisian di resor Lembata agar mengusut penyebar berita bohong tentang adanya tsunami di wilayah Lewoleba, yang akhirnya turut memakan korban jiwa akibat berlari menyelamatkan diri.
Ketua Permata Kupang, Hendrikus H Langoday, kepada POS KUPANG, Sabtu 17 April 2021, mengatakan informasi yang telah disebarkan semalam, telah membuat masyarakat setempat berhamburan mencari tempat ketinggian.
"Mesti di tindak tegas oknum itu, pihak kepolisian agar bisa mengusut oknum tersebut," ujar Hendra, Sabtu 17 April 2021.
Ia menjelaskan, ditengah situasi bencana yang baru saja dialami masyarakat Lembata mestinya semua pihak agar bisa menjada situasi untuk tetap kondusif.
Berita bohong yang telah disebarkan, kata Hendra, telah merenggut dua orang korban jiwa yang diketahui merupakan pengungsi dari kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur akibat banjir bandang pekan lalu.
Baca juga: Kick Off Liga 3 ETMC di Lembata Digelar 8 Agustus 2021
Ia pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan dapat mendengar ataupun mengetahui informasi resmi dari pihak berwenang yang ada di daerah setempat.
Kabar bohong (hoax) yang disebarkan oleh oknum tertentu di Lewoleba kabupaten Lembata mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Salah satu korban meninggal adalah Kristina Lelu (61), warga kelurahan Lewoleba Selatan, yang jatuh dan mengalami shock saat hendak mengamankan diri di ketinggian.
"Saat isu merebak, saya ke rumah untuk cek keadaaan mama dan bapa, tapi saat itu rumah kosong sehinga saya mencari di jalan sebelah rumah, saya dapati mama sudah terjatuh," ujar Agus Elan, anak kandung korban, Lewoleba Selatan, Sabtu 17 April 2021 pagi.
Korban lainnya, adalah Lisa Deran Making, (80-an) tahun, warga desa Lamagute yang tengah mengungsi di kota Lewoleba.
Baca juga: Kabar Hoax Soal Air Laut Naik Makan Korban, Dua Warga Lembata Meninggal Dunia, Begini Kronologis
Almahrumah ditabrak oleh tiga orang tak dikenal saat hendak mengamankan diri ketika isu hoax tsunami merebak.
"Kita belum tahu siapa oknum yang menabrak, karena pasca kejadian, langsung melarikan diri," ujar Viktor Mado Watun selaku keluarga korban. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)