Ini Penjelasan Kapolres Lembata Soal Isu Tsunami di Kota Lewoleba
Polres Lembata mencari tahu oknum pelaku yang pertama kali menyebarkan berita adanya 'air laut naik' atau tsunami tersebut.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Akibat kejadian semalam, tambahnya, dua warga dinyatakan meninggal dunia karena ditabrak kendaraan dan satunya terjatuh hingga meninggal dunia.
"Namanya bencana seperti ini kita harus bisa menerima informasi yang harus kita cek kembali. Anggota saya sudah saya suruh cek (air laut pasang atau tidak) mulai dari bandara sampai Pantai Wulen Luo," pesannya.
Pada malam kejadian tersebut, sebuah mobil patroli Polres Lembata berkeliling kota dan mengimbau supaya warga kembali ke rumah dan tidak panik dengan informasi yang beredar tersebut.
Baca juga: Tim Sudah Survei Lahan Relokasi Korban Bencana di Kabupaten Lembata
Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen juga memastikan informasi yang menyebutkan air laut naik ke daratan itu tidak benar.
"Iya, hasil pengecekan dan pengamatan air laut normal dari arah Bandara sampai (Pantai) Wulen Luo sudah kita cek semua normal," katanya kepada Pos Kupang melalui pesan What's App, Sabtu malam kemarin.
"Anggota sudah jalan semua dan himbau masyarakat untuk jangan panik dan bisa segera kembali ke rumah," pesannya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-kota-lewoleba-kabupaten-lembata-dibuat-panik.jpg)