Breaking News:

Pasca Bencana NTT

Peduli Warga Korban Bencana di Kupang, Forkabes NTT dan Richard Riwoe Center Galang Bantuan

Peduli Warga Korban Bencana di Kupang, Forkabes NTT dan Richard Riwoe Center Galang Bantuan

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Penyerahan secara simbolis bantuan material bangunan dari Forkabes dan Richard Riwoe Center kepada Lazarus Mole, warga Kelurahan Namosain Kecamatan Alak pada Selasa (13/4/2021) sore. 

Peduli Warga Korban Bencana di Kupang, Forkabes NTT dan Richard Riwoe Center Galang Bantuan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepedulian terhadap korban bencana Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mengalir. Salah satunya dari Forum Komunikasi Keluarga Besar NTT ( Forkabes NTT) dan Richard Riwoe Center di Jakarta.

Kepedulian diungkap dalam aksi kemanusiaan memberi bantuan material bangunan kepada korban badai di wilayah Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang.

Ketua Forkabes NTT, Arsad Abdullah Arkiang bersama wakil, Grasiano Tobias Mello dan Pembina Forkabes NTT, J. Richard Riwoe.,SH.,ST.,MA.,MH.,MA., datang ke Kupang dan memberi bantuan bagi warga.

Baca juga: Penerima BPUM di Ende Capai 13.245 BRI Minta Taat Prokes Saat Ambil

Baca juga: 70 Desa di Ngada Tunda Pilkades, Ini Alasannya!

Bantuan material bangunan diserahkan kepada Lazarus Mole, salah satu warga RT.33/RW.03 Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang, pada Selasa (13/4) sore. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua RT, Yafet Horo.

Arsyad Abdullah Arkiang menyampaikan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada korban bencana yang saat ini benar benar membutuhkan.

Bantuan yang diberikan, kata dia berupa material yang terdiri dari seng dan baja ringan untuk pengerjaan atap rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.

J. Richard Riwoe menambahkan, pihaknya menggalang dana untuk memberi bantuan tanggap darurat kepada warga. Bantuan tersebut diberikan sebagai bagian kepedulian sebagai sesama anak Nusa Tenggara Timur yang saat ini berada di luar daerah untuk sesama saudara yang menjadi korban langsung bencana itu.

Baca juga: Pertamina dan Pemkab Lembata Beri Perhatian Khusus Harga di Lembaga Penyalur Tidak Resmi

Baca juga: Pengurus DPC PKB Belu Solid Dukung Muhaimin, Pengurus Diminta Jangan Coba-coba Manuver

Berdasarkan keterangan Ketua RT.33, Yafet Horo, sebanyak 9 rumah mengalami rusak berat sementara 21 rumah lain rusak ringan dari total 60 rumah di wilayahnya. Data data kerusakan dan dampak bencana tersebut telah dilaporkan ke pihak kelurahan.

Hingga Selasa (13/4), warga di wilayahnya belum tersentuh bantuan pemerintah kota. Sementara ini, warga baru menerima bantuan tanggap darurat dari BUMN seperti Angkasa pura dan AIRNAF.

Lazarus Mole menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada pihak Forkabes NTT dan Richard Riwoe Center atas bantuan yang diberikan. Ia berharap, Pemerintah segera memberi perhatian kepada warga di wilayah itu yang mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan.

Nelayan Lazarus Hilli, koordinator nelayan menyebut, sebagian besar lampara dan bodi (perahu besar) milik warga untuk melaut mengalami kerusakan akibat diterjang badai.

"Kami sangat susah, mata pencaraian hilang, makanya kami minta bantuan untuk bertahan hidup," kata dia.

Pasca bencana, lanjut Lazarus, banyak warga tidak melaut lagi. Mereka hanya berada di rumah saja. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Berita Kota Kupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved