Ramadan 2021
DMC Siapkan Ratusan Paket Buka Puasa Bagi Penyintas Banjir Bandang di Adonara
Di hari pertama Ramadhan tidak meredupkan semangat kita untuk terus mencari korban hilang yang saat ini diperkirakan masih tertimbun di antar
Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ramadhan 1442 H menjadi tantangan bagi para penyintas di MAN Waiwerang, Adonara Timur, Flores Timur, NTT, setelah tertimpa bencana banjir bandang pada Minggu yang lalu (4/4).
Para penyintas harus berbuka puasa dalam kondisi keprihatinan, Selasa (13/4). Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa (DD) menyiapkan paket konsumsi sebanyak 100 buah untuk berbuka untuk para penyintas di pos pengungsian MAN 1 Waiwerang, Adonara Timur, Flores Timur, NTT.
“Alhamdulillah meski kami menjalankan awal Ramadhan dengan keterbatasan, kami tetap bersyukur dengan kondisi saat ini," ujar Abdul salah satu penyintas di MAN 1 Waiwerang dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM.
Ia mengagatakan, bantuan tanggap darurat terus mengalir hingga saat ini bagi mereka. Termasuk paket konsumsi untuk berbuka puasa saat bulan Ramadhan.
Selain itu, berbuka puasa bersama para relawan di lokasi pengungsi juga memberi kesan tersendiri bagi relawan.
“Di hari pertama Ramadhan tidak meredupkan semangat kita untuk terus mencari korban hilang yang saat ini diperkirakan masih tertimbun di antara material maupun puing-puing rumah penduduk yang tersapu oleh banjir bandang," ujar Sanadi, penanggung jawab respon DMC Dompet Dhuafa
Sanadi menyebut, roses pencarian di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur, terus dilakukan menggunakan eskavator. Saat menemukan tanda maka dilanjutkan dengan proses manual.
Sanadi mengatakan, hingga Selasa (13/4) pihaknnya terus melakukan aksi respon bagi para penyintas di Flores Timur.
Baca juga: Memberi Rasa Aman dan Nyaman BagiUmat Muslim di Bulan Ramadhan,Ini Dilakukan Polres Manggarai Timur
Mereka mendistribusikan torn berkapasitas 1.200 liter untuk pengungsian Kantor Desa Nele Lamawangi Kecamatan Ile Boleng, Flores Timur, NTT. Selain itu juga mendistribusikan higienis kit dan logistik masing-masing sebanyak 150 paket di Desa Wowong, Hulle dan Nilanapo Kecamatan Omesuri , Lembata, NTT, dengan jumlah penerima manfaat di Desa Wowong untuk Dusun 1 jumlah 39 Kepala Keluarga (KK), Dusun 2 jumlah 18 KK, Dusun 3 jumlah 23 KK, Desa Hulle jumlah 27 KK serta Desa Nilanappo jumlah 43 KK.
Hasil peninjauan dan pendataan sejumlah fasilitas umum, kata Sanadi, menemukan Balai Desa di Desa Wowong masih terendam lumpur, belum ada air bersih untuk kebutuhan warga, semua air sumur masih keruh dan bau lumpur, MCK beberapa warga terbawa banjir. Selain itu juga belum adanya penampungan air bersih di desa Nilanapo sehingga semua warga memakai sungai sebagai sumber air yang jauh dari pemukiman warga.
Sementara itu, pada Rabu, (14/4) pagi cuaca makin cerah. Terjadi beberapa kali erupsi kecil Gunung Ile Ape. Akses telekomunikasi di lokasi evakuasi Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, kabupaten Lembata juga masih sulit.
Penormalan listrik masih dilakukan di beberapa titik dan sebagian ada yang belum normal listriknya dan Jembatan darurat penghubung Desa Weiburak dengan Desa Saosina sudah bisa di lalui roda empat dalam membantu distribusikan bantuan. (hh)
