Bayar DP Mobil Selingkuhan & Berjudi Togel, Dana Covid-19 Senilai Ratusan Juta Ditilep Oknum Kades

Demi membayar DP Mobil selingkuhan, ratusan juta dana Covid-19 ditilep oleh Askari, salah satu oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno Kabupaten Musi Rawa

Editor: John Taena
istimewa
Ilustrasi oknum kades korupsi dana Covid-19 untuk bayar DP mobil selingkuhan dan berjudi 

POS-KUPANG.COM, PALEMBANG - Demi membayar DP Mobil selingkuhan, ratusan juta dana Covid-19 ditilep oleh Askari, salah satu oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan (Sumsel). 

Oknum kades ini juga memakai dana Covid-19 itu untuk berjudi togel. akibatnya oknum kades ini harus menghadapi tuntutan 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum, Kejari Lubuk Linggau.

Baca juga: Diduga Selewengkan Dana Desa, Herminigildus Tob Diperiksa Pihak Kejari TTU

Selain itu, Askari, juga dituntut untuk wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 187,2 juta.

Pasalnya, sebagai seorang Kades, Askari, diduga menilep dana Covid-19 yang diperuntukan bagi warganya.

Kasus penyelewengan dana Covid-19 yang dilakukan oknum Kades Sukowarno, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Askari kini sudah masuk tahap persidangan.

Baca juga: KPPN Ende Kelola Rp. 441,72 Miliar Dana Desa di Tahun 2021

"Dengan ketentuan apabila tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta benda dapat disita, dan apabila tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 2,5 tahun," tegas JPU Kejari Lubuk Linggau, Sumar Herti SH.

Didalam tuntutan setebal lebih dari 50 halaman tersebut, penuntut umum mengganjar terdakwa melanggar pasal Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor.

Baca juga: Tim Inspektorat Kabupaten Flotim Temukan Dugaan Korupsi Dana Desa Nisa Nulan Adonara

"Hal-hal yang memberatkan bahwa sebagian dana digunakan terdakwa untuk bermain judi, main perempuan dan membayar hutang. Bahwa perbuatan terdakwa menghambat program pemerintah dalam pemberantasan Korupsi serta menimbulkan kerugian negara,"ujar Sumar Herti.

Mendengar tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Supendi meminta waktu satu pekan kepada majelis hakim guna mempersiapkan pembelaan atas tuntutan (pledoi) yang akan dibacakan secara tertulis pada Senin mendatang.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Desa Nisa Nulan, Camat Adonara Akan Panggil Pihak Terkait

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi bantuan Covid-19 diduga dana desa tahap dua dan tiga tahun 2020 senilai Rp187,2 juta tidak diberikan terdakwa.

Bantuan itu semestinya diberikan kepada 156 kepala keluarga masing-masing Rp600 ribu namun justru digunakan terdakwa untuk membayar utang pribadi, bermain judi toto gelap (togel), dan judi remi.

Selain itu, diketahui juga pada persidangan sebelumnya fakta baru terungkap langsung dari terdakwa bahwa selain dana covid digunakan bermain judi, juga terdakwa mengaku membelanjakan uang itu untuk bayar DP mobil selingkuhan terdakwa yang juga istri orang satu desa. (*)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul OKNUM Kades di Sumsel Korupsi Dana Covid untuk Berjudi, 156 KK tidak Dapat Bansos, Dituntut 7 Tahun

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Korupsi Dana Covid-19 untuk Berjudi, Oknum Kades di Sumsel Dituntut 7 Tahun Penjara

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved