Tim Inspektorat Kabupaten Flotim Temukan Dugaan Korupsi Dana Desa Nisa Nulan Adonara

Biaya honorarium perencana yang dibayarkan kepada TPK Desa Nisa Nulan atas nama Gregorius Hoa Duli sebesar Rp 674.492

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kantor Desa Nisa Nulan 

Tim Inspektorat Kabupaten Flotim Temukan Dugaan Korupsi Dana Desa Nisa Nulan Adonara

POS-KUPANG.COM|KUPANG- Tim Audit Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur (Flotim) menemukan banyak dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Nisa Nulan, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flotim, NTT. 

Sejumlah temuan itu dituangkan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) Nomor ITDA.5/35/LHP/PKPT. REGULAR 2020 Tanggal 17 Juli 2020, yang dikirim ke Penjabat Kepala Desa Nisa Nulan, Yohanes Payong. 

Berikut hasil temuan inspektorat Flotim yakni: 

1. Sejumlah dana yang tersimpan pada buku rekening desa Nisa Nulan sejak tahun 2015 yang tidak direncanakan dan tidak dianggarkan daman APBDes sebesar Rp 36.462.901. 

2. Biaya honorarium perencana yang dibayarkan kepada TPK Desa Nisa Nulan atas nama Gregorius Hoa Duli sebesar Rp 674.492.

3. Uang kas tunai sebesar Rp 79.301.000 ditangan mantan kepala desa Nisa Nulan, Yohanes M.V Neti Kemedok.

4. Terdapat belanja yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap dan sah sebesar Rp 219.121.200.

5. Sisa dana desa sebesar Rp. 83.031.200 yang ada pada masing-masing penanggungjawab kegiatan sebesar Rp 16.593.546 

6. Pendapatan bunga bank senilai Rp 11.653.590 yang belum dianggarkan dari tahun 2016 hingga tahun 2019.

Sesuai hasil temuan itu, pihak inspektorat melalui Penjabat Kepala Desa Nisa Nulan telah mengeluarkan surat perintah tindak lanjut kepada sekertaris desa, bendahara dan kepala bidang pembangunan desa Nisa Nulan, tertanggal 27 Agustus 2020 lalu untuk segera mengembalikan dana sesuai hasil temuan tersebut. 

Penjabat Kepala Desa Nisa Nulan, Yohanes Payong yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/3/2021) mengaku telah menjalankan tahapan sesuai yang diperintahkan inspektorat.

Tahapan itu, kata dia, berupa surat rekomendasi tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan kepada pihak terkait, yakni sekertaris desa, bendahara dan kepala bidang pembangunan desa Nisa Nulan, yang isinya segera mengembalikan dana sesuai hasil temuan inspektorat. Meski demikian, hingga kini dana tersebut belum juga dikembalikan. 

"Saya jalankan fungsi pengawasan sampaikan melalui surat maupun lisan, tapi belum dikembalikan. Selaku penjabat, itu adalah peran saya secara birokrasi untuk mengetahui pengendalian manajemen keuangan masa jabatan sebelumnya," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved