Dugaan Korupsi Dana Desa Nisa Nulan, Camat Adonara Akan Panggil Pihak Terkait

bendahara dan kepala bidang pembangunan desa Nisa Nulan. Surat yang isinya meminta pihak terkait segera mengembalikan uang

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ariston Kolot Ola 

Dugaan Korupsi Dana Desa Nisa Nulan, Camat Adonara Akan Panggil Pihak Terkait

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Tim Audit Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur (Flotim) menemukan banyak dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Nisa Nulan, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flotim, NTT. 

Sejumlah temuan itu dituangkan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) Nomor ITDA.5/35/LHP/PKPT. REGULAR 2020 Tanggal 17 Juli 2020, yang dikirim ke Penjabat Kepala Desa (Kades) Nisa Nulan, Yohanes Payong. 

Menindaklanjuti temuan ini, Penjabat Kepala Desa Nisa Nulan, telah mengeluarkan surat resmi kepada pihak terkait yakni, sekertaris desa, bendahara dan kepala bidang pembangunan desa Nisa Nulan. Surat yang isinya meminta pihak terkait segera mengembalikan uang desa sesuai temuan inspektorat itu, tembusannya hingga ke Camat Adonara. 

Camat Adonara, Ariston Kolot Ola yang dikonfirmasi wartawan, Minggu (14/3/2021) mengaku mendapat tembusan surat dan sudah mendapat laporan dari Penjabat Kades.

Ia mengatakan, sesuai rencana, dalam waktu dekat ia akan mengundang para pihak dalam rangka koordinasi tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat.

"Saya masih dalam ranah tindak lanjut LHP yaitu meminta para pihak untuk mengembalikan sejumlah uang sesuai hasil temuan dalam LHP," ujarnya. 

Sebelumnya, Penjabat Kepala Desa Nisa Nulan, Yohanes Payong yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/3/2021) mengaku telah menjalankan tahapan sesuai yang diperintahkan inspektorat.

Tahapan itu, kata dia, berupa surat rekomendasi tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan kepada pihak terkait, yakni sekertaris desa, bendahara dan kepala bidang pembangunan desa Nisa Nulan, yang isinya segera mengembalikan dana sesuai hasil temuan inspektorat. Meski demikian, hingga kini dana tersebut belum juga dikembalikan. 

"Saya jalankan fungsi pengawasan sampaikan melalui surat maupun lisan, tapi belum dikembalikan. Selaku penjabat, itu adalah peran saya secara birokrasi untuk mengetahui pengendalian manajemen keuangan masa jabatan sebelumnya," ujarnya. 

"Saya untuk sementara sudah berkoordinasi lisan dengan inspektorat. Tetapi ada ruang yang saya tidak bisa masuk, karena itu pemeriksaan reguler, atas inisiatif dan prakarsa auditor. Tentu ada langkah atau mekanisme ke aparat hukum, itu jalur kewenangan mereka. Intinya saya sudah jalankan rekomendasi sesuai perintah," sambungnya. 

Ia mengatakan, selaku penjabat kepala desa, ia menjalankan tanggungjawab untuk kepentingan koordinasi dengan pemerintah kabupaten. 

"Saya pernah koordinasi dengan inspektorat. Ada tahapan mereka melakukan monitoring setelah ada LHP. Tapi sejauh ini, monitoring dari inspektorat belum ada, mungkin mereka koordinasi dengan camat," katanya. 

Ia menambahkan, ia sudah bersikap tegas dalan suratnya kepada pihak terkait agar segera mengembalikan dana sesuai hasil temuan inspektorat Flotim. 

Baca juga: Ayah Pencabul Anak Kandung Ternyata Pernah Cabuli Ibu Tirinya

Baca juga: Aldobertus Tewas di Kebunnya di Koting B-Sikka

Baca juga: 5 Keuntungan Bila Anda Tidak Sering Makeup

"Saya memang tidak diberi perintah berapa kali melakukan penagihan. Tapi dalam surat saya tegas soal masalah ini. Kita masih kasih ruang untuk dikembalikan. Jika tidak ya, inspektorat bisa mengambil sikap," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved