Seminggu Pasca Banjir Lembata, 22 Korban Belum Ditemukan, 46 Meninggal Dunia
Seminggu Pasca Banjir Lembata, 22 Korban Belum Ditemukan, 46 Meninggal Dunia
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Seminggu Pasca Banjir Lembata, 22 Korban Belum Ditemukan, 46 Meninggal Dunia
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-BPBD Kabupaten Lembata melaporkan hingga Sabtu, 10 April 2021 atau seminggu pasca bencana banjir dan longsor, masih ada 22 korban yang belum ditemukan dan sebanyak 46 korban sudah ditemukan meninggal dunia.
Selain itu, akibat dari bencana dampak siklon tropis tersebut sebanyak 2345 warga mengungsi di 10 posko terpusat pemerintah dan 1317 warga mengungsi mandiri di rumah warga dan kebun-kebun.
Total areal terdampak 224,23 hektar. Dua desa dengan korban jiwa paling banyak yakni desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape yakni 29 orang, 19 orang sudah ditemukan meninggal dunia dan 10 orang masih dalam pencarian.
Baca juga: Satu Lagi Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Manggarai Timur
Baca juga: Zakarias Moruk Bantu Semen 100 Sak Buat Korban Banjir di Tasain
Kemudian, di desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, sebanyak 26 orang jadi korban, 15 orang ditemukan meninggal dunia dan 11 orang masih dalam pencarian. Di desa Tanjung Batu, terdapat 5 korban, 3 orang jadi masih dalam pencarian.
Di desa Waowala, ada 3 orang korban, 1 orang sudah ditemukan meninggal dunia, 2 orang masih dalam pencarian. Di desa Leudanung, ada 3 korban, 2 orang ditemukan meninggal dunia, 1 orang masih dalam pencarian. Di desa Lamawolo, 2 korban sudah ditemukan meninggal dunia.
Presiden Joko Widodo mengunjungi warga setempat yang kini tengah berada di lokasi pengungsian di Puskesmas Waipukang. Di sana Kepala Negara menemui para pengungsi dan ingin memastikan bahwa segala kebutuhan warga telah tercukupi.
Baca juga: Rumah Terbakar, Valensius Bersama Istri dan Tiga Anak di Reok Barat Kehilangan Tempat Tinggal
Baca juga: Rumah Terbakar, Valensius Bersama Istri dan Tiga Anak di Reok Barat Kehilangan Tempat Tinggal
Presiden juga mendengarkan sejumlah keluhan masyarakat setempat yang nantinya akan ditindaklanjuti selama proses penanganan.
"Untuk pengungsian juga sudah dipastikan untuk logistiknya cukup. Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan bahwa BBM-nya mahal. Saya terima (masukannya)", tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/seminggu-pasca-banjir-lembata-22-korban-belum-ditemukan-46-meninggal-dunia.jpg)