Breaking News:

Banjir Bandang Adonara

Korban Banjir di Pulau Adonara Mengaku Trauma, Bupati Anton Setuju Relokasi

sebanyak 71 orang lalu puluhan rumah hilang dan hancur serta infrastruktur disapu banjir telah ditinjau Presiden RI

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Lokasi banjir bandang di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Flotim. 

Korban Banjir di Pulau Adonara Mengaku Trauma, Bupati Anton Setuju Relokasi

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA--Bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur yang menelan korban sebanyak 71 orang lalu puluhan rumah hilang dan hancur serta infrastruktur disapu banjir telah ditinjau Presiden RI, Jokowi, Jumat 9 April 2021 siang.

Presiden telah meminta Pemkab Flotim dan Pemprov NTT mempercepat proses penyiapan lahan agar Kementerian PUPR RI membangun rumah warga secepatnya.

Atas permintaan percepatan penanganan warga korban banjir itu, Bupati Flotim, Anton Hadjon kepada wartawan di Larantuka, Sabtu 10 April 2021 siang menegaskan, Pemkab Flotim tentunya akan bergerak cepat dan melakukan pendekatan dengan warga agar memberikan lahan guna dibangun rumah bagi korban banjir.

Baca juga: Korban Bencana Adonara Kesulitan Air Bersih, PDAM Ende Kirim Mobil Tanki

“Sampai saat ini ada dua desa yang terkena bencana banjir sudah ada persetujuan dan kesepatan penyerahan tanah kepada Pemkab Flotim agar dibangun pemukiman baru. Dua kecamatan yang warganya setuju direlokasi yakni di Kecamatan Ile Boleng dan Wotan Ulunmado. Sedangkan Kecamatan Adonara Timur di Waiwerang dan Waiburak pemerintah sedang mencari lahan. Kami setuju warga korban banjir direlokasi demi kebaikkan bersama,” kata Bupati Anton.

Ia menegaskan, langkah yang kini dilakukan pemerintah bagi warga yang menyerahkan lahan agar dibangun rumah bagi korban akan dibuatkan dalam Keputusan Bupati Flotim dan diteruskan kepada Gubernur NTT.

“Rumah bagi korban banjir akan dibangun Kementerian PUPR RI kalau lahannya sudah disiapkan. Kami dari Pemkab Flotim setuju ada relokasi sehingga tidak ada lagi korban jika ada bencana dan bisa terhindar,” papar Bupati Anton.

Baca juga: Tak Terduga, Perbuatan Warga Adonara NTT Ini Sangat Terpuji, Bencana Hebat Tapi Barang Tak Dijarah

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengurus proses pembebasan lahan bagi warga yang mau direlokasi dan sudah menyiapkan lahan.

Sedangkan yang belum ada lahan, ujarnya, pemerintah akan mencari lahan agar dibangun rumah bagi para korban.

“Sekarang ini di lokasi banjir sedang ada pengerjaan pengusuran material batu dan tanah. Kami sudah berkonsultasi di lokasi banjir akan dibangun penahan atau embung agar bisa menahan air. Kami sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR. Di Waiwerang dan Waiburak akan diuruk dan kali bersihkan lalu dibangun turap. Harapan pemerintah jangan ada lagi bangunan di bantaran kali sehingga kami akan cari lahan agar rumah korban dibangun,” paparnya.

Baca juga: Warga Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur Dapat Jaket dari Jokowi

Warga korban banjir di Pulau Adonara yang selamat mengaku masih trauma.

Mereka setuju rumah dibangun di tempat baru sehingga tidak membuat warga trauma dengan kejadian banjir.

“Terus terang kami masih truma. Dengar gemuruh dan air di kali saja kami takut. Peristiwa banjir membuat kami tidak tenang. Maka itu, kami setuju direlokasi demi kebaikkan bersama,” papar Florida, korban banjir di Waierang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved