Breaking News:

Bencana Alam NTT

Warga di Pesisir Kota Kupang Mengungsi 10 Km ke Arah Jembatan Petuk Akibat Isu Tsunami

Masyarakat di pesisir pantai Oesapa, kota Kupang, NTT berbondong-bondong pergi ke daerah ketinggian tepatnya di Jembatan Petuk hanya untuk meng

foto: Irfan Hoi/
warga pesisir Oesapa saat berada di sekitar jembatan Petuk, kota Kupang sekira pukul 01.00 Wita. 

Warga di Pesisir Kota Kupang Mengungsi 10 Km ke Arah Jembatan Petuk Akibat Isu Tsunami

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Masyarakat di pesisir pantai Oesapa, kota Kupang, NTT berbondong-bondong pergi ke daerah ketinggian tepatnya di Jembatan Petuk hanya untuk menghindar dari pesisir pantai pada Rabu, (7/4/2021) pukul 01.00 dini hari, dikarenkan adanya informasi terkait dengan tsunami.

Kepanikan warga ini, merupakan peristiwa rentetan pasca badai siklon menerjang kota Kupang dan sekitarnya pada 5 April 2021 lalu dan mengisahkan
rasa trauma yang mendalam kepada seluruh masyarakat kota Kupang.

Asten, seorang pemuda Oesapa,  mengatakan pada pukul 01 .00 dini hari ia bersama kerabat dan keluarganya telah berada di sekitar Jembatan petuk

"Saya dan teman-teman sudah datang dari jam 01.00 dini hari. Kami mendengar teriakan dari beberapa orang bahwa ada tsunami, sehingga saya dan teman-teman langsung datang ke jalur Jembatan petuk untuk selamatkan diri," jelas Asten, Rabu 7 April 2021 dinihari.

Dalam pelariannya ini, dirinya membawa barang berharga berupa surat-sura penting dan beberapa pakaian miliknya.

Ia menerangkan, kepanikan warga akibat dari guncangan bencana alam di NTT umumnya dan kota Kupang khususnya pada beberapa hari belakangan ini, sehingga ketika mendengar adanya informasi seperti ini tentu warga akan secepatnya mencari tempat perlindungan yang aman.

Baca juga: Kapolda NTT Perintah Tindak Tegas Spekulan Harga Bahan Bangunan Pasca Bencana di Kota Kupang

"Saya trauma dengan badai seroja. Saya takut jangan sampai ada bencana susulan lagi. Saya minta kepada pemerintah dan BMKG agar bisa memberikan pengumuman selama tenggang waktu yang ditentukan sampai tanggal 9 April tersebut, sehingga tidak ada berita Hoax yang meresahkan masyarakat," pintanya.  

Hal yang sama di katakan Igen, seorang mahasiswa yang pergi meninggalkan kosnya di wilayah Oesapa untuk mencari tempat perlindungan di seputaran jembatan Petuk yang merupakan tempat cukup tinggi.

Ia bersama rekan kosnya bergegas ke tempat ketinggian untuk menghindari informasi adanya tsunami.

"Air laut naik katanya" ucapnya singkat bergegas menuju jembatan Petuk pada Rabu 7 April 2021 dinihari.

Sebelumnya, melalui siaran pers di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 6 April 2021, kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, menyampaikan peringatan potensi gelombang tinggi dari laut seperti tsunami yang akan memasuki wilayah NTT pada Rabu 7 April 2021.

Ia mengatakan, dampak yang terjadi yakni hujan lebat dan juga angin yang kencang serta gelombang tinggi yang dikhawatirkan ini mirip tsunami.

Meski demikian, Dwikorita menerangkan, gelombang tersebut tidak akan sekuat tsunami namun terbentuknya dan tinggi gelombang berpotensi ke daratan dan dapat merusak wilayah darata. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

warga pesisir Oesapa saat berada di sekitar jembatan Petuk, kota Kupang sekira pukul 01.00 Wita.
warga pesisir Oesapa saat berada di sekitar jembatan Petuk, kota Kupang sekira pukul 01.00 Wita. (foto: Irfan Hoi/)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved