Tegas, TGB Ungkap Pembajakan Arti Ulama-Umat Rasulullah Muhammad SAW, Ada Unsur Politik, Maksudnya?

Tegas, TGB Ungkap Pembajakan Arti Ulama-Umat Rasulullah Muhammad SAW, Ada Unsur Politik, Maksudnya?

Editor: maria anitoda
Tribun Timur
Tegas, TGB Ungkap Pembajakan Arti Ulama-Umat Rasulullah Muhammad SAW, Ada Unsur Politik, Maksudnya? 

"Bahkan dalam Piagam Madinah, Rasulullah SAW menyebut kelompok Yahudi di Madinah sebagai "ummatun ma'al mukminin", satu umat bersama orang-orang beriman, yaitu sebagai sesama penduduk Madinah," kata Zainul Majdi.

Simak makan dan arti umat menurut TGB Zainul Majdi dan arti ulama menurut TGB Zainul Majdi berikut ini.

@tuangurubajang: Sebulan yang lalu, Pak Tomo, dari komunitas alumni ITB menjumpai saya. "Tuan Guru, banyak yang bingung dalam memahami istilah Umat dan Umat Islam".

Lalu mereka menginisiasi silaturahim yang ditajukkan : membongkar batas imaginary umat. 

Di sesi pertanyaan, ada yang bertanya tentang pemaknaan "Umat" saat ini. Saya sampaikan, dulu istilah itu dipakai Rasulullah yang mulia untuk menggambarkan kelapangan Islam. Setiap muslim adalah bagian dari Umat Islam.

Bahkan dalam Piagam Madinah, Rasulullah SAW menyebut kelompok Yahudi di Madinah sebagai "ummatun ma'al mukminin", satu umat bersama orang-orang beriman, yaitu sebagai sesama penduduk Madinah.

Sebaliknya saat ini banyak yang menyempitkan maknanya, sehingga muncul klaim: "inilah aspirasi umat", padahal maksudnya adalah aspirasinya dan kelompoknya saja.

Baca juga: Tuan Guru Bajang Ungkap Fakta Indonesia Negara dengan Ekonomi Terbesar, TGB: Alhamdulillah Tumbuh

Baca juga: Simak Fakta Dibalik Tuan Guru Bajang Keluar dari Demokrat, Dugaan TGB Tak Setuju Pengusungan AHY?

Ada lagi: "inilah suara umat". Seakan yang berbeda pandangan bukan bagian dari umat dan tidak perlu didengar.

Bukan hanya itu, istilah "ulama" pun dibajak. Yang satu barisan dilabelkan "ulama yang lurus", yang beda pandangan "ulama su'u". Majlis taklim yang diwariskan Rasulullah SAW dijadikan majlis tajhil.

Bahkan Masjid, rumah ALLOH, tak luput dari ujaran kebencian. Semua itu hanya karena urusan politik, hal ihwal kekuasaan belaka.

Sejak dulu, para ulama berbeda dalam banyak hal. Ribuan masalah dengan beragam pandangan tercatat dalam tulisan mereka. Namun itu tidak membuat mereka saling hujat. Berbeda namun saling menghormati. Itulah akhlak ulama.

Tanpa lelah, mari terus suarakan bahwa perbedaan itu rahmat dan persaudaraan adalah yang utama. Berfastabiqul khairat, bukan Perang Badar.

Komentar Netizen Terhadap Pernyataan TGB Soal Umat dan  Ulama 

Arti umat menurut TGB Zainul Majdi dan arti ulama menurut TGB Zainul Majdi seperti ditulis di akun instagramnya, mendapat komentar beragam dari sejumlah netizen (warganet).

Sebagian di antara netizen mengaitkan komentar tersebut dengan dukungan terhadap Calon Presiden pada Pilpres 2019.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved