Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Selasa 6 April 2021: MARI KITA KE GALILEA "NTT"

Badai siklon tropis seroja tengah menghantam wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedahsyatan putaran dan terjangannya luar biasa.

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Selasa 6 April 2021: MARI KITA KE GALILEA "NTT" (Yohanes 20:11-18)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Badai siklon tropis seroja tengah menghantam wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedahsyatan putaran dan terjangannya luar biasa. Ia memporakporandakan rumah-rumah dan bangunan apa pun. Ia menyebabkan banjir bandang dan longsor yang menewaskan puluhan orang, ratusan yang menderita, dan ribuan harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Selagi mengikuti perkembangan terkini lewat medsos, muncul catatan status seorang netizen:
"Kita fighter. Bukan bagaimana melawan alam, tetapi bagaimana kita bangun dari hancur. Tidak disorot dan diperhatikan tidaklah apa. Karena kita terbelakang. Meski mereka tak tahu malu selalu bangga berlibur di tanah kita, memamerkan foto di tanah kita. Bahkan sering memamerkan iklan di tv-tv nasional dengan latar tanah dan budaya kita. Mereka lagi terlelap oleh rekayasa pesta artis. Kami tak butuh uluran tangan. Cukup pedulimu saja. Meski nyawa kami harus terenggut".

Membaca catatan itu mungkin ada yang terpaku pada sinisme yang terbaca jelas dan ikutan miris. Mungkin ada yang terpukau dengan jiwa petarung dan tekad untuk bangkit padahal masih bergelut dengan ancaman nyawa nyata. Atau, barangkali ada yang berpikiran dan berpersepsi sebaliknya lalu mempersoalkan kenapa menganggap orang lain tak peduli?

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Selasa 6 April 2021: Tuhanku Telah Diambil Orang

Saya sendiri justru langsung tercengang dan bermenung. Batinku bertanya pelan: " Apakah badai dan banjir bandang ini adalah dua orang malaikat berpakaian putih yang tampak dan sedang berkata kepada saudara-saudara di NTT, 'mengapa kalian menangis?" (Yoh 20:13).

Mungkinkah melalui badai dahsyat ini Tuhan yang bangkit justru sedang berkata kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku"? (Lih. Mat 28:10).

Badai tropis dan banjir bandang menerjang NTT persis saat kita merayakan kebangkitan Yesus. Sebagai orang beriman, kita bertanya ala Ebiet G. Ade, "Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa; atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita? Ataukah, ada pesan khusus buat kita?

Menarik disimak, mengenai kebangkitan Yesus, Penginjil Yohanes rupanya menulis kisah itu dengan nada amat sederhana. Yesus yang bangkit tidak menampakkan diri di Bait Suci untuk menunjukkan kemenangan-Nya kepada semua orang, dan untuk merendahkan mereka yang telah merendahkan-Nya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik, Senin 5 April 2021: LAWAN HOAKS

Yesus justru pada awalnya menampakkan diri kepada Maria dari Magdala, yang Ia kasihi, yang telah Ia ampuni, sendirian di taman. Yesus tidak menampakkan diri dengan kekuasaan, melainkan dengan kasih kepada Maria yang lari ke sana kemari dengan hati kalut.

Membaca kisah kebangkitan bersahaja itu dalam konteks terkini, kita mau tak mau mesti mengerti bagaimana Maria dari Magdala lagi hadir nyata dalam diri saudara-saudara kita di NTT. Mereka sedang merasa sendirian, merasa kosong, menangis dan mengadu; mereka sedang terpuruk dan kebingungan mencari tubuh yang sudah mati, seorang Yesus yang hidup dua ribu lebih tahun yang lalu. Mereka sedang menunggu untuk ditemukan oleh Yesus dan dipanggil dengan nama mereka.

Dalam kondisi terpuruk dan menderita hebat saat ini, sangat boleh jadi mereka di NTT sana seperti Maria Magdalena, seakan berkata lirih, "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan" (Yoh 20:13). Mata mereka masih kabur oleh air mata dan rasa tertekan, sehingga belum mampu menemukan arti kehadiran Tuhan dalam peristiwa tragis itu.

Maka, mari kita bergegas ke Galilea "NTT". Kita coba menyadari panggilan dan perutusan kita sebagai malaikat Tuhan yang mendatangi mereka yang sedang menangis. Bahkan sebisanya kita menghadirkan Yesus yang bangkit bagi saudara-saudara kita nun jauh di sana yang menderita, sehingga mereka pada akhirnya boleh berkata dengan mantap, "Kami telah melihat Tuhan!" (Yoh 20:18). *

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Baca artikel-artikel renungan harian katolik DI SINI

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved