Breaking News:

Bencana Alam NTT

1.062 KK, 4.248 Jiwa di Kota Kupang Terdampak Badai Siklon Tropis

Senin 5 April 2021 terekam 1.062 KK terdampak bencana banjir, longsor dan angin kencang, dengan 4.248 jiwa.

1.062 KK, 4.248 Jiwa di Kota Kupang Terdampak Badai Siklon Tropis
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Suasana Kota Kupang pasca hujan disertai angin akibat Siklon Seroja yang terjadi pada Senin 4 April 2021 subuh hingga dinihari.

1.062 KK, 4.248 Jiwa di Kota Kupang Terdampak Badai Siklon Tropis

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Puncak badai siklon tropis pukul 01.00 Wita dini hari memporak porandakan ribuan rumah warga di kota Kupang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mencatat hingga pukul 15.00 Wita Senin 5 April 2021 terekam 1.062 KK terdampak bencana banjir, longsor dan angin kencang, dengan 4.248 jiwa.

"Sementara kami masih melakukan pendataan, masih berjalan terus mungkin lebih dari itu. Kalau dikali 4 sesuai dalam aturan BNPB yang terdampak 4.248 jiwa," kata Kepala BPBD Kota Kupang, Maxi J D Didok, Senin 5 April 2021.

Dampak dari badai siklon tropis yang dinamakan Seroja ini merata di seluruh kelurahan wilayah kota Kupang. Pada saat kejadian banyak warga yang mengungsikan diri mereka ke berbagai titik.

Baca juga: Blackout Pasca Badai Siklon Seroja, Kota Kupang Gelap Total 

Baca juga: Kota Kupang hingga Flores Timur Berpotensi Banjir. Daftar 10 Daerah dengan Potensi Bencana Banjir

"Kami tidak melakukan evakuasi,  masyarakat yang terkena banjir longsor dan diterpa angin, mereka tidak ada tempat tinggal. Mereka datang sendiri sudah beberapa posko yang menampung difasilitasi tingkat kelurahan dan kecamatan maupun dari pemerintahan dalam hal ini BPBD dan Pemkot," tuturnya.

Ada beberapa titik yang menjadi tempat perlindungan sementara untuk pengungsi yaitu di BPBD, Kantor Wali Kota  Pol PP, gereja ebenhaezer, gereja elim Lasiana, Betlehem Oesapa, masjid di Oesapa, SD Oeba 3 dan 2 dan  sekretariat GMKI. Kurang lebih ada 10 tempat penampungan sementara," tuturnya 

Terkait bantuan, kata Maxi, BPBD telah menyalurkan bantuan yang bersifat emergency dari stok yang tersisa 2020. Untuk 2021 tidak ada stok logistik. Dalam menghadapi peristiwa ini masih memverifikasi kejadian untuk menerapkan tanggap darurat karena BPBD tidak punya anggaran.

"Bantuan sudah diberikan kepada warga bersifat emergency dengan adanya logistik yang tersisa. Misalnya di gereja elim dan betlehem dibantu selimut dan tikar itu tersisa 2020.

Baca juga: Kota Kupang Porak Poranda Akibat Siklon Tropis Seroja

Baca juga: Hujan di Kota Kupang Tak Kunjung Reda, Pelaksanaan Misa Malam Paskah Tak Surut

Sementara di tempat lain tidak ada  karena tidak tersedia dalam jumlah yang banyak. Sedangkan di BPBD diberi bantuan logistik berupa beras, super mie dan ikan kaleng. Dari pemerinrah melalui Wali Kota juga berikan makan siang," kata Maxi.

BPBD belum bisa membuka dapur umum karena membutuhkan anggaran. Untuk itu masih kaji tanggap darurat.

"Besok akan rapat dengan pak Wali," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
 

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved