POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Jembatan lama Kambaniru di Kabupaten Sumba Timur ambruk terbawa banjir. Jembatan ini terhempas banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sumba Timur, Minggu (4/4/2021).
Jembatan ini juga disebut Jembatan Ahmad Yani atau dikenal warga sebagai jembatan lama Kambaniru.
Jembatan tua itu, selama ini tidak digunakan dan terbawa banjir karena diduga sudah termakan usia.
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur, Andreas Mulla, yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM membenarkan ambruknya jembatan tersebut.
Dikatakan, akibat patahnya jembatan penyeberangan di bendungan itu, maka akses warga juga terputus. Akibat cuaca ekstrem ini, sejumlah wilayah di Sumba Timur mengalami bencana banjir dan longsor.
Sementara itu dengan adanya luapan Bendung Kambaniru, maka ada sejumlah warga yang terpaksa mengungsi. Ada warga yang mengungsi ke kantor lurah dan ada juga ke gereja yang aman.
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M.Si juga langsung memantau luapan air di Bendung Kambaniru.
Domu meminta warga sekitar aliran air dari bendungan itu agar waspada dan yang berada di dataran rendah dekat aliran sungai diminta mengungsi ke tempat yang aman atau yang lebih tinggi.
Camat Kambera, Pemekar Djanggakadu, mengatakan ada sejumlah warga terdampak di wilayah Kambera yang mengungsi ke tempat yang aman.
"Ada sebagian warga yang saat ini diungsikan ke Kantor Lurah Lambanapu," kata Pemekar.
Selain mengungsi di Kantor Lurah Lambanapu, ada juga di SMPN 4 Mauliru dan beberapa lokasi lainnya. Para pengungsi ini langsung mendapat bantuan dari berbagai pihak.
Ketua Badan Pelaksana Majelis Jemaat (BPMJ) GKS Payeti, Pdt. Yuliana Ata Ambu, S.Th juga mengatakan pihaknya menyediakan tempat untuk menampung warga terdampak banjir. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)