Jumat, 8 Mei 2026

Jalan di Mawatai La Pawu Kabupaten Sumba Timur Longsor

informasi terkait longsor pada ruas jalan di Kecamatan Matawai La Pawu itu diperoleh dari warga yang melintas jalur tersebut.

Tayang:
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi Dinas PUPR Sumba Timur
Kondisi longsor ruas jalan di Tanarara, Kecamatan Matawai La Pawu, Sumba Timur, Sabtu 3 April 2021. 

Jalan di Mawatai La Pawu Kabupaten Sumba Timur Longsor

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Ruas jalan di wilayah Tanarara, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur mengalami longsor. Longsoran terjadi akibat hujan yang terjadi sejak beberapa hari lalu.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur, Andreas Mulla.S.E, Sabtu (3/4/2021).

Menurut Andreas, informasi terkait longsor pada ruas jalan di Kecamatan Matawai La Pawu itu diperoleh dari warga yang melintas jalur tersebut.

Baca juga: Gempa 3.0  SR Terjadi di Waingapu Kabupaten Sumba Timur

Baca juga: 551 Pasien Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur Sembuh 

Menurut Andreas, jalan yang mengalami longsor itu berada di wilayah Tanarara , Hiliwuku dan sekitarnya.

"Longsor itu mulanya terjadi pada bahu jalan, karena curah hujan terus tinggi maka badan jalan juga ikut longsor," kata Andreas.

Dijelaskan, longsor yang terjadi itu sepanjang kurang lebih 20 meter terutama pada bahu jalan.

"Atas informasi itu, maka kami segera  lakukan survey di lapangan guna memastikan kerusakan akibat longsoran tersebut," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur, Ir. Mikail Jaka Laki mengatakan, dengan adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi saat ini, maka pihaknya juga terus meningkatkan pemantauan titik-titik yang rawan bencana, terutama bencana longsor dan banjir.

Baca juga: Hasil TCM 17 Sampel di Kabupaten Sumba Timur Positif  Covid-19

Baca juga: Jembatan Terbawa Banjir, Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur Turunkan Tim ke Lokasi

"Kita saat ini  terus lakukan pemantauan di wilayah yang rawan bencana. Upaya ini dilakukan agar bisa mengantisipasi ketika terjadinya bencana," kata Mikail.

Dijelaskan, selain memantau titik yang rawan bencana, pihaknya jug mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur dan juga BMKG Stasiun Geofisika Sumba Timur.

Baca juga: Terus Bertambah Kasus Baru Positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur

"Sekarang ini memang curah hujan saja yang tinggi, sehingga potensi bencana yang bakal.terjadi itu yakni banjir dan longsor. Kita tetap pantau, karena ada informasi dari BMKG soal cuaca terutama hujan dan tentu semua wilayah akan jadi perhatian untuk dipantau, namun konsentrasi kita paling banyak ke arah selatan Sumba Timur," katanya.(Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved