Harla Pancasila 2026
Warga Ende Kritik Kebijakan Pemerintah Daerah
Sejumlah warga Kabupaten Ende mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Badeoda
Ringkasan Berita:
- Pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagian warga Kabupaten Ende mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
- Kebijakan yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila yakni salah satunya aksi penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ende baik di kawasan sempadan pantai Ndao maupun di Jalan Irian Jaya yang sempat menjadi polemik panas.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagian warga Kabupaten Ende mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Kebijakan yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila yakni salah satunya aksi penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ende baik di kawasan sempadan pantai Ndao maupun di Jalan Irian Jaya yang sempat menjadi polemik panas.
Selain itu, sejumlah kebijakan lainnya juga dinilai tidak berpihak kepada rakyat Kabupaten Ende.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Ende mengklaim, sejumlah kebijakan yang diambil justru demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.
Salah satu kritikan datang dari Syamsul Bahri, anak dari Ruslan Uttu yang merupakan sahabat Bung Karno dan pemain tonil bersama Bung Karno selama masa pengasingan di Ende pada tahun 1934-1938.
"Kita lihat pemerintahan sekarang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, contohnya seperti dengan adanya gusuran-gusuran, itu kan tidak ada toleransi, kasian kan masyarakat sudah hidup susah tambah susah, janji-janji pemerintah akan begini tapi tidak ada," tegas Syamsul Bahri.
Selain mengkritisi pemerintah, Syamsul Bahri juga meminta agar pendidikan Pancasila kembali diajarkan di sekolah-sekolah dan diamalkan sebagaimana mestinya.
Syamsul Bahri juga berharap, semua suku, ras dan golongan yang ada di Kabupaten Ende jangan saling berselisihan satu dengan yang lain.
"Kan kebanyakan masih ada gesekan-gesekan antara kita umat beragama yang ada di Ende, padahal Bung Karno sudah ajarkan Pancasila, sampai ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," ujar Syamsul Bahri.
Kritikan masyarakat pada momentum Hari Lahir Pancasila ditanggapi Bupati Yosef Badeoda dengan santai.
Syamsul Bahri mengatakan, kritik dan saran dari masyarakat akan diterima dengan baik.
"Saya kira biasa saja, kalau ada kritikan dan masukan, kita terima dengan baik, kita anggap itu sebagai dinamika didalam bernegara dan pemerintahan, jadi saya pikir biasa saja, yang penting hari ini kita sukses merayakan Harlah Pancasila," pungkas Syamsul Bahri. (bet)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Warga-Ende-Harla-Pancasila.jpg)