Bencana Alam NTT
Badai Siklon Tropis Landa NTT, Dishub Minta Operator Transportasi Darat Laut Udara Waspada
gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Badai Siklon Tropis Landa NTT, Dishub Minta Operator Transportasi Darat Laut Udara Waspada
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut merupakan akibat Badai Siklon Tropis yang tengah melanda wilayah Indonesia bagian selatan terutama Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menanggapi situasi itu, Dinas Perhubungan Provinsi NTT meminta operator transportasi di wilayah baik untuk transportaai darat, laut maupun udara untuk tetap waspada dalam mengoperasikan moda transportasi.
"Sehubungan dengan adanya hujan deras disertai angin kencang yang melanda hampir seluruh wilayah NTT, para operator diminta waspada dalam mengoperasikan moda transportasinya, baik darat, laut maupun udara," ujar Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 3 April 2021) malam.
Baca juga: Gaji Belum Dibayar, Pegawai Dinas Perhubungan Kota Kupang Tutup Kantor
Baca juga: Satu Staf Terpapar Covid-19, Dinas Perhubungan Ngada Semprot Disinfektan
Ia mengatakan, akibat cuaca ekstrem tersebut, beberapa jadwal penerbangan mengalami peralihan. Demikian pula pelayaran penyeberangan antar pulau.
"Sejak pagi hingga siang hari tadi ada 3 pesawat di antaranya Batik dan Garuda tidak bisa landing di El Tari dan terpaksa dialihkan ke Makassar. Sedangkan kapal Ferry tidak beroperasi dan berlindung di Hansisi," kata dia.
Ia juga meminta kepada para sopir bus AKDP untuk mewaspadai jalanan yang licin dan tergenang air serta bahaya longsor dan pohon tumbang.
Sentara itu, warga juga diimbau untuk tidak keluar rumah menyusul Badai Siklon Tropis yang menerjang sejak Jumat, 2 April 2021 lalu.
Himbauan itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT, Thomas Bangke.
Baca juga: Badai Siklon Tropis di NTT, 8 Daerah Terdampak Parah, Warga Diimbau Tidak Keluar Rumah
Namun demikian, pihaknya terus bersiaga meski iklim Siklon Tropis yang berada di Laut Sawu sedang bergerak ke selatan dan menjauhi wilayah Indonesia.
"Kita berharap pembentukan awan tidak terlalu tinggi sehingga intensitas hujan dan badai bisa menurun," kata Thomas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pohon-tumbang-mengenai-kendaraan-di-kota-kupang.jpg)