Semana Santa di Kabupaten Flores Timur Tanpa Patung Tuan Ma dan Tuan Ana
Ritual suci tahun ini difokuskan di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka tanpa melibatkan banyak umat karena wabah pandemi Covid-19.
Semana Santa di Kabupaten Flores Timur Tanpa Patung Tuan Ma dan Tuan Ana
POS-KUPANG.COM|KUPANG--Perayaan Semana Santa Larantuka, Kabupaten Flores Timur tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Sesuai petunjuk Yang Mulia Bapak Uskup, Dewan Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka memutuskan prosesi Semana Santa 2021 ditiadakan.
Ritual suci tahun ini difokuskan di gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka tanpa melibatkan banyak umat karena wabah pandemi Covid-19.
Pastor paroki Katedral Larantuka, Romo Hendrik Leni,Pr mengatakan atas kesepakatan Bapak Uskup dan Pemda Flotim, ritual semana santa di gereja katedral pun dibatasi dengan kuota 50 persen umat yang hadir.
Baca juga: Amankan Paskah, Polres Sumba Timur Gelar Operasi Semana Santa Ranaka 2021, Ini Penjelasan Kapolres
Baca juga: Prosesi Semana Santa Tertutup untuk Umum, Ritual Sakral Suku Semana Larantuka Tetap Digelar
Selain kuota umat dibatasi, pihak gereja juga menyiapkan gugus tugas covid-19 yang siap menjalankan tugas selama pekan suci.
"Yang Mulia Bapak Uskup meminta Gereja tetap dibuka, tapi tetap perhatikan prokol kesehatan. Ibadah dihadiri umat dengan kuota 50 persen. Ini diterapkan sejak masa pekan suci. Minggu palem lima kali misa. Sementara kegiatan lamentasi tidak dihadiri oleh umat. Misa kamis putih hanya dihadiri empat orang per KUB," ujarnya kepada wartawan, Jumat 2 April 2021.
Menurut dia, perayaan jumat agung dan minggu paskah juga hanya terpusat di gereja katedral yang dibuka oleh bapa uskup.
Baca juga: Prosesi Semana Santa Ditiadakan, Umat Hanya Bisa Ikut Melalui Live Streaming
Ia mengatakan, tradisi prosesi patung Tuan Ma dan Tuan Ma pun tidak digelar seperti tahun sebelumnya. Dua kapela yang biasa menjadi pusat peziarah ditutup. Panitia hanya membuka pintu samping kapela.
Di dua kepela ini hanya ada petugas yang dipercaya oleh konferia untuk mengontrol umat yang datang. Di dalam kapela, hanya ada mama muji dan keluarga suku semana yang bertugas menerima lilin yang dititip umat untuk dibakar di depan patung Tuan Ma atau Tuan Ana.
Meski membuka pintu samping, pihak konferia pun tidak mengeluarkan patung Tuan Ma dan Tuan Ana di depan altar seperti biasanya. Panitia hanya memajang foto Tuan Ma maupun Tuan Ana. Beberapa umat yang mendapat giliran masuk ke kapela, hanya dipersilahkan menyembah gambar kudus itu dari jauh.
Baca juga: Prosesi Semana Santa 2021 di Kota Larantuka Ditiadakan
"Lamentasi, ovos dan eyus hanya dilakukan di gereja katedral. Sedangkan rute prosesi hanya dipasang lilin," jelasnya.
Di malam prosesi, petugas dan pastor berjalan mengikuti rute prosesi seperti biasanya yang dimulai dari gereja katedral dan kembali lagi ke gereja sambil membunyikan mata raka.
Umat yang berada di lingkungan berdiri sepanjang jalan prosesi dengan menjaga jarak sambil khusuk berdoa.
Baca juga: 112 Pesonil Polres Ngada Lakukan Operasi Semana Santa Ranaka 2021
Saat tiba di depan kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, pastor memanjat doa dan memberikan penghormatan. Setelah itu, petugas penjaga kepela langsung menutup pintu kepela, bertanda prosesi selesai.
Sedangkan di gereja katedral, upacara lamentasi terus dilakukan sambil menunggu pastor dan petugas kembali ke gereja. Saat pastor dan petugas tiba di gereja, petugas menyanyikan ovos penutup serta eus dan berkat penutup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-malam-prosesi-semana-santa-larantuka.jpg)