Selasa, 28 April 2026

Paskah 2021

Prosesi Semana Santa 2021 di Kota Larantuka Ditiadakan

Prosesi Semana Santa, yang biasanya dilaksanakan pada hari Jumat Agung, untuk tahun 2021 ini kembali ditiadakan.

Editor: Agustinus Sape
BBC NEWS INDONESIA
Patung Tuan Ma mengenakan jubah biru tua merupakan salah satu ornamen yang diarak umat Katolik selama Prosesi Semana Santa di Kota Larantuka atau Kota Reinha. 

Prosesi Semana Santa 2021 di Kota Larantuka Kembali Ditiadakan

POS-KUPANG.COM - Anda yang berniat mengikuti Prosesi Semana Santa 2021 di Kota Larantuka terpaksa harus mengurungnya dan menunda di lain kesempatan. Pasalnya, Prosesi Semana Santa, yang biasanya dilaksanakan pada hari Jumat Agung, untuk tahun 2021 ini kembali ditiadakan.

Ini merupakan tahun kedua tradisi Gereja Katolik itu ditiadakan sejak Jumat Agung Tahun 2020 akibat merebaknya pandemi virus corona di seluruh dunia, Indonesia, termasuk di Kota Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur.

Mengutip laman Florespedia, pembatalan Prosesi Semana Santa 2021 ini disebabkan laju penyebaran virus Corona di 23 kabupaten/ kota di Provinsi NTT masih terlalu tinggi sehingga menempatkan Provinsi NTT sebagai zona merah COVID-19.

Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Agustinus Payong Boli, yang dihubungi Sabtu 27 Maret 2021, mengatakan, Pemda Flotim telah berkoordinasi dengan Keuskupan Larantuka dan memutuskan membatalkan penyelenggaraan Prosesi Semana Santa 2021.

"Sudah dua tahun, dari 2020-2021 kita tidak melaksanakan Prosesi Semana Santa Larantuka. Alasan kita karena tingkat penyebaran virus Corona masih tinggi di semua wilayah di NTT," ungkap Wabup Agus Boli.

Menurutnya, kebijakan yang diambil pemda untuk membatalkan Prosesi Semana Santa 2021 berdasarkan keputusan bersama dengan Keuskupan Agung Larantuka.

Hal yang sama dikatakan Kepala Dekenat Lembata, RD. Sinyo da Gomez, Pr. Menurutnya, Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung telah mengeluarkan keputusan untuk meniadakan seluruh rangkaian Prosesi Semana Santa 2021.

"Tahun ini tidak ada Semana Santa. Uskup sudah tegaskan itu waktu rapat Jumat lalu secara lisan. Kalau dibuka atau diadakan maka akan ada banyak orang dari luar yang datang. Uskup juga minta untuk diteruskan kepada para pastor," demikian Deken Lembata kepada media, Sabtu 27 Maret 2021.

Terkait perayaan misa selama pekan suci, Uskup memberi izin untuk melakukan perayaan misa secara terpusat di paroki dan atau di gereja masing-masing.

Meski demikian, penerapan protokol kesehatan tetap diatur secara ketat oleh masing-masing pastor paroki serta dewan stasi bekerja sama dengan aparat keamanan.

"Semua gereja mulai dibuka besok tanggal 28 Maret, Minggu Palma. Perayaan misa dilakukan seperti biasa sampai tanggal 11 April hari Minggu Paskah. Semua umat yang datang atau hadir dengan catatan mentaati protokol COVID-19," terang Romo Deken Lembata mengutip pesan Uskup Larantuka.

Disebutkan juga, jika ada gereja dengan jumlah umatnya yang besar maka pastor paroki wajib melakukan perayaan misa beberapa kali. Hal ini untuk mengurai kerumunan umat.

"Terus gereja yang umatnya banyak maka harus buat beberapa kali misa guna mengurai kerumunan orang dalam jumlah banyak", tambahnya.

Prosesi Semana Santa atau Hari Bae dilakukan selama tujuh hari berturut-turut oleh umat Katolik di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Kata semana santa berasal dari bahasa Portugis, Semana yang berarti 'pekan' atau 'minggu', dan Santa yang berarti 'suci'.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved