Breaking News:

Teror Nekamese

Daftar Nama Enam Warga Terduga Otak Pembakaran Rumah dan Pengancaman Pendeta di Nekamese

Di antara massa perusuh tersebut, ada beberapa warga desa setempat yang turut dalam aksi pembakaran itu. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Guster Tafoki, warga desa Taloetan yang rumahnya dibakar massa 

Ini Enam Nama yang Disebut Jadi Otak Pembakaran Rumah dan Pengancaman Pendeta di Nekamese

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Kepala Desa Taloetan, Yusak Bilaut menyebut beberapa nama warga yang diduga menjadi otak pembakaran 21 rumah warga dan pengancaman pendeta pada Minggu 28 Maret 2021 lalu.

Menurut dia, dalam penyerangan yang membabi buta tersebut, ia melihat sekelompok orang bersenjata tajam yang menenteng anak panah dilengkapi busur. Di antara massa perusuh tersebut, ada beberapa warga desa setempat yang turut dalam aksi pembakaran itu. 

"Mereka puluhan orang, tapi ada beberapa dari desa Taloetan, yakni SL, JN, DM, AG, MR dan PA," ungkapnya kepada wartawan, Kamis 1 April 2021.

Sementara itu, Guster Tafoki, salah satu korban yang rumahnya ludes terbakar menuturkan, saat kejadian, Ia bersama pendeta sedang bersidang di gereja.

Baca juga: Polisi Bantah Pernyataan Pendeta di Nekamese Terkait Penolakan Laporan Pengancaman

Baca juga: Pemimpin Jemaat Diancam Dibunuh di Nekamese, 21 Rumah Warga Dibakar & Pelaku Belum Ditangkap Polisi

Mendengar teriakan warga, ia pun bergegas kembali ke rumahnya yang tak jauh dari gereja. 

Saat itu dia bertemu seorang anggota polisi dan menyarankan untuk segera menyelamatkan diri karena suasana sulit dikendalikan

"Saat tiba di rumah, pembakaran sudah terjadi. Saya lihat ada banyak orang tetapi ada yang saya kenal, karena mereka juga berasal dari Desa Taloetan, yakni SL, JN, DM, AG, MR dan PATaba. Mereka ini yang arahkan massa untuk lempar dan bakar rumah saya," ungkapnya. 

Baca juga: Kapolda NTT : Tindak Tegas Pelaku Pengancaman Pendeta dan Pembakaran Rumah Warga di Nekamese Kupang

Karena situasi mencekam, Guster pun lari membiarkan rumah, kios dan bengkelnya dibakar massa perusuh. 

"Saya selamatkan istri dan anak-anak saya dan kami lari ke hutan. Kerugian yang saya alami cukup besar, selain rumah, juga kios, bengkel, 1 unit sepeda motor dan uang cash Rp 40 juta, semua hangus terbakar. Tersisa hanya pakaian di badan," kata Guster sambil mencucurkan air mata

Hal yang sama diungkapkan Pendeta GMIT Gibeon Bone, Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th. Menurut dia, di antara kerumunan massa itu, ada seseorang warga desa setempat yang turut dalam massa perusuh yang membakar rumah warga.  

Baca juga: Laporan Pengaduan Pendeta yang Diancam Dibunuh di Nekamese Kabupaten Kupang Tak Diterima Polisi

"Yang lain saya tidak kenal, tapi satu saya kenal, karena dia jemaat saya disni," ungkapnya. 

Kapolres Kupang, AKBP Aldinan R. J. H Manurung, SH. S.IK, M.Si, yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/4/2021) malam mengatakan, masalah tersebut sedang dalam penanganan polisi. 

"Masih berproses, kedua belah pihak saling melaporkan, Mohon dukungan untuk percepatan," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved