Kamis, 23 April 2026

Paskah 2021

8 Tradisi Ekstrem dan Unik Perayaan Paskah di Dunia, Dadar Raksasa, Lempar Pot Hingga Cambuk

8 Tradisi Ekstrem dan Unik Perayaan Paskah di Dunia, Dadar Raksasa, Lempar Pot Hingga Cambuk

Editor: maria anitoda
setkab.go.id
8 Tradisi Ekstrem dan Unik Perayaan Paskah di Dunia, Dadar Raksasa, Lempar Pot Hingga Cambuk 

Anak laki-laki biasanya akan menyiram air dengan ember, pistol air atau apa saja.

Konon, gadis yang basah karena siraman air tersebut akan menikah pada tahun itu juga.

Baca juga: Menjelang Perayaan Paskah, Pemuda MUI NTT Gelar Baksos di Gereja,Berbaur Pemuda GMIT danUmat Kapela

Baca juga: Tradisi Unik Rayakan Paskah, Wajah Penuh Coretan Anak Mengemis Di Jalan, Ada Tarian Kematian

Baca juga: 7 Lagu Katolik untuk Memperingati Jumat Agung, Link Siaran Langsung Misa Kamis Putih dan Paskah 2021

3. Haux, Prancis

Kompas.com

Jika di Haux ada tradisi dadar raksasa yang disajikan setiap tahunnya untuk merayakan Paskah di alun-alun kota tersebut.

Untuk membuat dadar raksasa setidaknya dibutuhkan sekitar 4500 telur dan bisa dimakan hingga seribu orang.

Tradisi ini bermula dari Napoleon dan pasaukannya yang berpergian melewati selatan Perancis dan berhenti di sebuah kota kecil untuk makan dadar.

Napoleon sangat menyukai dan lahap memakan dadar tersebut, dan kemudian memerintahkan warga kota untuk mengumpulkan telur mereka dan membuat dadar raksasa untuk pasukannya pada keesokan harinya.

4. Corfu, Yunani

Di Pulau Corfu, Yunani ada tradisi Pot Throwing yaitu orang-orang akan melempar pot dan gerabah lainnya dari jendela yang kemudian hancur di jalanan.

Ada yang mengatakan jika kebiasan tersebut berasal dari Benesia dimana pada hari pertama tahun baru orang-orang membuang semua barang-barang mereka.

Dan sebagian percaya, melepar pot merupakan bagian dari menyambut musim semi, dan melambangkan tanaman baru yang akan tumbuh di pot baru.

5. Norwegia

Jika di Norwegia, Paskah adalah waktu yang populer bagi orang-orang Norwegia untuk membaca novel yang berkisah tentang kejahatan, di mana para penerbit buku hadir dengan edisi spesial 'Easter Thrillers' yang dikenal dengan Paaskekrimmen.

Tradisi ini telah dimulai sejak tahun 1923, ketika sebuah penerbit buku mempromosikan novel kisah kriminal baru di halaman depan surat kabar.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved