Opini Pos Kupang

Berhenti Membully

Pilatus sudah ambil keputusan. Yesus harus dihukum mati. Pilatus tidak temukan kesalahan Yesus untuk dihukum mati

Editor: Kanis Jehola
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Ketiga, Denigration: mengirim gosip atau hoax mengenai seseorang untuk merusak nama baik atau prestasinya. Keempat, Impersonation: berpura-pura menjadi si A lalu mengirim atau memposting sesuatu kepada teman-temannya untuk merusak diri si A itu.

Kelima, Outing: menyebarkan rahasia diri seseorang berupa gambar, informasi atau cerita. Keenam, Trickery: meminta seseorang mengisahkan hal-hal privasinya, kemudian menyebarkan kisah itu di dunia maya. Ketujuh, Exclusion: Secara sengaja dan dengan maksud negatif mengeluarkan seseorang dari daftar pertemanan atau group.

Kedelapan, cyberstalking: terus-terusan menghina dan mempermalukan seseorang untuk menciptakan perasaan takut.

Banyak dampak buruk dari praktek bully, baik bagi pelaku maupun korban. Bagi pelaku, bully biasanya lahir karena pelaku memiliki citra diri yang salah. Dia merasa diri sempurna, tak punya kekurangan, tak ada cacat cela.

Kalau bully terus dipraktekan, akan ada waktunya dia terjatuh dan menderita. Tupai memang pandai melompat, tetapi sekali jatuh berakibat fatal. Bagi korban, bully menjadi luka yang lama sembuhnya.

Akibat jangka panjang terhadap si pelaku akan terbawa hampir seumur hidup. Bully sama dengan pembunuh karakter si korban.

Di istana Pilatus, Yesus dibully, baik verbal maupun fisik. Sakit. Iya. Yesus pasti terluka. Hikayat kematiannya yang terjadi hanya dalam waktu singkat ikut disebabkan oleh luka batin akibat bully. Tapi yang mencegangkan, Yesus tidak dendam kepada pelaku bully. Di atas salib, Yesus malah berdoa agar Allah mengampuni mereka. Orang macam apa Yesus ini?

Iman kristen katakan, Yesus adalah juruselamat manusia dan segenap ciptaan. Dari insiden bully yang Yesus alami menjelang penyaliban, kita belajar satu hal penting. Yesus datang ke bumi membawa keselamatan, bukan dalam arti umum. Keselamatan itu sangat konkret, termasuk keselamatan untuk pelaku bully, korban bully dan penonton bully. Yesus juga datang ke bumi untuk memanggil manusia untuk berhenti membully. *

Baca Opini Pos Kupang

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved