Pengakuan Keluarga Satpam di Gereja Katedral Makassar: Kondisi Korban Membaik Hingga Dipuji Kapolri

Kondisi Satpam di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan pasca ledakan di gereja itu kini membaik. Bila sebelumnya dirawat, kini sudah bisa jalan.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memuji Kosmos, satpam yang mencegat pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu 28 Maret 2021. 

POS-KUPANG.COM - Kondisi Satpam di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pasca ledakan  di gereja itu, kini mulai membaik. Bila sebelumnya dirawat, saat ini sudah bisa berjalan.

Hal itu diungkapkan Jon (48), keluarga Satpam di Makassar, ketika  ditemui Tribun Timur.com di Rumah Sakit Stella Maris Makassar, Minggu 28 Maret 2021

Satpam tersebut bernama Kosmos. Pria inilah yang sempat menghalang-halangi dua pelaku bom bunuh yang hendak memasuki halaman Gereja Katedral Makassar saat insiden berdarah, Minggu 28 Maret 2021 kemarin.

"Iya, beliau yang sempat menghadang," ujar Jon di Rumah Sakit Stella Maris Makassar, Minggu 28 Maret 2021.

Baca juga: FKUB NTT Sebut Tindakan Bom di Makassar Sangat Melukai Rasa Kemanusiaan

Jon mengungkapkan bahwa saat ini kondisi Kosmos perlahan membaik. Walau korban mengalami beberapa luka bakar di bagian tubuhnya, tapi saat ini perlahan mulai pulih.

"Sekarang sudah agak baikan. Dia sudah bisa bicara dan bisa jalan," kata Jon.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Kosmos yang berhasil mencegat pelaku bom bunuh diri masuk ke halaman gereja. 

Kapolri Listyo Prabowo juga memberi pujian kepada Kosmos, karena aksi heroiknya itu, telah menyelamatkan banyak warga dari aksi keji tersebut. 

Untuk diketahui, satpam itu menahan dua orang pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor untuk masuk ke lokasi gereja.

"Saya berterima kasih kepada petugas satpam yang telah menjaga, menahan agar pelaku bom tidak masuk," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin 29 Maret 2021.

"Juga menyelamatkan masyarakat ataupun jemaat lain," sambungnya.

"Bagi jemaat yang sakit, kami mengucapkan rasa prihatin yang mendalam," ucapnya.

"Mudah-mudahan segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali," imbuh dia.

Diketahui, bom di depan Gereja Katedral Makassar meledak sekira pukul 10.30 WITA.

Total ada dua pelaku bom bunuh diri, yakni seorang laki-laki dan perempuan.

Baca juga: Umat Kristen dan Muslim di NTT kutuk Keras Aksi Bom di Makassar

Ilustrasi Ledakan: Suara ledakan terdengar di seputar Jl Kajaolalido - MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu 28 Maret 2021 pagi.
Ilustrasi Ledakan: Suara ledakan terdengar di seputar Jl Kajaolalido - MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu 28 Maret 2021 pagi. (tribunjateng/humas polres purbalingga)
Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved