Kecelakaan Sriwijaya Air Para Korbannya Hancur, inilah Kecelakaan Pesawat PalingMengerikan di Dunia
Namun ada kecelakaan yang masih dalam ingatan yang dianggap paling megeikan senpanjang masa peristiwa kecelakaan
Kecelakaan Sriwijaya Air Buat Para Korbannya Hancur, inilah Kecelakaan Pesawat Paling Mengerikan di Dunia
POS KUPANG.COM -- Kecelakaan pesawat merupakan peritiwa yang dianggap paling mengerikan karena pada umumnya semua korbannya meninggal dengan tubuh yang tercerai berai
Namun ada kecelakaan yang masih dalam ingatan yang dianggap paling megeikan senpanjang masa peristiwa kecelakaan
Kecelakaan pesawat memang sering kali terjadi dengan mengerikan.
Sering kali kecelakaan pesawat berakhir dengan hampir semua penumpang tewas.
Namun, kasus yang terjadi pada tahun 1977 ini bisa dibilang kasus kecelakaan pesawat terdahsyat di dunia.
Menurut Daily Star, 583 orang tewas ketika dua Boeing 747 Jumbo Jets jatuh di landasan pacu di bandara Los Rodeos di Pulau Tenerife , Spanyol pada 27 Maret 1977.
Tragedi dipicu saat sebuah bom meledak di terminal bandara Gran Canaria di Spanyol
Delapan orang terluka langsung akibat bom tersebut dan ketakutan akan ledakan kedua menyebabkan seluruh penerbangan menuju bandara Gran Canaria dialihkan ke bandara Los Rodeos
Di antara penerbangan pengalihan tersebut, ada penerbangan KLM 4805 maskapai penerbangan Belanda KLM (dari Amsterdam, Belanda) dan penerbangan Pan Am 1736 (dari Los Angeles, AS).
• Tuas Pengatur Mesin Kiri Bergerak Mundur Terlalu Jauh! TERJAWAB Penyebab Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh
Baca juga: China Makin Banyak Musuh, Filipina Siapkan Pesawat Tempur untuk Hajar China di Laut China Selatan
Baca juga: Air Mata Raul Lemos Berlinang Disaksikan Krisdayanti, Iklas Tak Disayang Aurel,KD Inginkan Hal ini

Bandara Los Rodeos pada saat itu tidak mampu menampung kedatangan mendadak dalam jumlah besar (5 pesawat).
Hal ini mengakibatkan jet terpaksa memasuki landasan bandara.
Selain itu, kabut tebal muncul di bandara Los Rodeos, sangat mengurangi jarak pandang, membuat kendali lalu lintas udara dan pilot menjadi sulit.
Awalnya, KLM 4805 dan Pan Am 1736 tidak dijadwalkan untuk mendarat di Pulau Tenerife, melainkan mendarat di kota Las Palmas di pulau tetangga Gran Canaria.
Kapten KLM 4805 adalah Jacob van Zanten, salah satu pilot utama KLM yang paling berpengalaman.