Breaking News:

Bom Makassar

Pastor Paroki Assumpta Kupang Minta Umat Jadi Agen Pembawa Damai

Sebuah ledakan bom di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) pagi telah membuat masyarakat panik, termasuk masyarakat NTT

POS-KUPANG.COM/ONCY REBON
Romo Rudi Tjung Lake, Pr, Pastor Paroki, Sta. Maria Assumpta Kota Baru, Keuskupan Agung Kupang, Sabtu, 11/04/2020. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebuah ledakan bom di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) pagi telah membuat masyarakat panik, termasuk masyarakat NTT. Sayangnya, peristiwa itu terjadi dimana Umat Katolik tengah merayakan hari raya Minggu Palma.

Penyesalan dilontarkan oleh Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Kupang, RD Rudolf Tjung Lake. Romo Rudy, sapaan akrabnya, menyesal peristiwa tersebut terjadi di hari raya mengawali Pekan Suci ini.

Meski demikian, Romo Rudy mengajak masyarakat agar menyikapi peristiwa itu dengan bijaksana. Masyarakat harus menjadi agen-agen damai, yang mana kejadian tersebut jangan sampai merusak suasana persaudaraan dan damai sejahtera, sebagaimana Yesus Kristus yang disambut dalam pekan suci ini adalah Raja Damai. Romo Rudy meminta agar masyarakat khususnya umat Katolik tidak menyebarkan ketakutan seperti gambar dan foto kejadian.

Baca juga: Pasca Bom Makassar, Aparat Brimob Polda NTT Patroli Gereja dengan Kendaraan Taktis 

"Damai sukacita itu tidak boleh hilang. Sekarang kita harus menyebarkan hal-hal yang memberikan seruan-seruan yang mendatangkan damai sejahtera. Kita percaya dengan kasih dan sikap mengampuni, memaafkan, kita bisa sampai pada kemenangan dan itulah ciri kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus," kata Romo Rudy melalui sambungan telepon, Minggu (28/3/2021) siang.

Romo Rudy mengajak masyarakat untuk tetap merayakan pekan suci dengan tenang dan aman serta percaya bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Romo Rudy berharap ada kerja sama yang baik antar pihak, baik gereja, pemerintah, petugas keamanan, dan umat.

Baca juga: KKSS NTT Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar

"Sekarang kita dihadapkan dengan masa pandemi ini ya jaga jarak dan lain-lain pasti akan menolong. Di paroki juga, pertama tama kita bukan takut tapi karena kita bijaksana mengelola bahwa apa yang terjadi ini supaya perjumpaan-perjumpaan kita itu mendapatkan berkat dan rahmat," tandasnya.

"Saya ingin katakan kepada umat Katolik khususnya masyarakat di paroki Santa Maria Assumpta bahwa kita sedang berada pada hari-hari suci dan bahagia yang mana kita berada pada puncak iman kita dan sampai pada kebangkitan hari kemenangan Kristus. Ada gangguan dan banyak godaan yang mengganggu keberimanan kita. Itu semua adalah bagian dari menghayati salib Kristus. Jangan sekali-kali itu merampas apa yang menjadi permenungan kita yang paling penting pada saat saat ini," nasihat Romo Rudy.

"Mari kita sekalian fokus pada apa yang paling penting sekalipun kita tidak bisa mengabaikan kejadian tadi begitu saja. Kita menyesalkan, mau katakan mengutuk kejadian ini, kejadian yang terjadi dan kita tidak boleh sampai takut pada hal-hal seperti itu. Kita tidak perlu angkat senjata membalas hal yang sama karena seperti Yesus berkata ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat, kita berlaku bijaksana, kita tetap merayakan dengan sukacita, semangat, waspada, dan bijaksana," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved