Warga Kupang Tenggelam di Tilong
Penyelam Kesulitan Mencari Korban Tenggelam di Bendungan Tilong, Begini Penjelasan Basarnas Kupang
Tim Penyelam Kesulitan Mencari Korban Tenggelam di Bendungan Tilong, Begini Penjelasan Basarnas Kupang
Tim Penyelam Kesulitan Mencari Korban Tenggelam di Bendungan Tilong, Begini Penjelasan Basarnas Kupang
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ketua tim penyelam dari Basarnas Kupang, Cosmas Hery Hanto Bria, menyebutkan saat ini tim penyelam terus berupaya melakukan proses pencairan korban namun terkendala jarak pandang dan kontur dasar bendungan yang tidak merata.
Pencarian pertama sekira pukul 07.00 WITA usai mendapat informasi dari saksi yang merupakan kerabat korban.
Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Kupang Tenggelam di Bendungan Tilong, Hingga Kini Belum Ditemukan
Cosmas mengaku, pada saat melakukan penyelaman pertama kurang lebih 25 menit, jarak pandang dalam air di bendungan Tilong tak lebih dari satu meter. Hal itu menyulitkan tim penyelam untuk melakukan penyisiran disekitar lokasi.
"Ini kendala, tadi kami coba mencari dengan pola melingkar, namun kontur di bawah dasar air juga berbatu sehigga tali digunakan juga kemungkinan tersangkut dan mungkin ada daerah yang terlewatkan karena mungkin jarak pandang dan kontur" jelasnya, Sabtu 27 Maret 2021 di lokasi kejadian, usai melakukan pencairan pertama dan kedua.
Pada pencarian kedua, Cosmas mengatakan, tim penyelam melebarkan tempat pencarian hingga radius 6 meter dengan waktu penyelaman 25 menit, namun kendala yang dihadapi tim penyelam juga sama yaitu kontur dan jarak pandang sehingga hasilnya hingga saat ini masih nihil.
Tim penyelam akan kembali melakukan pencarian usai makan siang dan beristirahat yang akan di maksimalkan hingga sore hari pukul 18.00 WITA dan jika hari ini belum ditemukan, pihak Basarnas akan melakukan upaya pencarian lanjutan keesokan harinya.
"Untuk penyelaman pertama kedalaman air 5 meter dan penyelaman kedua kedalaman 8 meter, namun kontur tidak merata dan jarak pandang terbatas dan untuk radius 0encarian akan tetap fokus pada titik sesuai informasi terkahir korban menghilang" tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang anak bernama Alvin Haeleke (18) dari desa Oelnasi, kecamatan Kupang Tengah, kabupaten Kupang, tenggelam di bendungan Tilong usai melompat dana berenang bersama teman-temannya di bendungan tersebut.
Saksi mata yang juga kerabat korban, Yandri Ome, menceritakan, usai melakukan olahraga pagi, ia bersama Alvin dan kedua rekannya lain bermain air dengan melompat ke dalam bendungan Tilong.
"Ada mau mandi juga, Katong (kami) sudah lompat lebih dulu, dia (Alvin) dari belakang. Pas lihat ke belakang, dia tidak muncul lagi" ujarnya, Sabtu 27 Maret 2021 di lokasi kejadian. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi).