Kamis, 9 April 2026

Kerinduan Petani Sorgum di Ende Belum Terjawab, Begini Respon Dinas Pertanian

ada akses pasar dan kembangkan Sorgum jadi bahan baku industri, misalnya bahan baku membuat gula cair.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Petrus Wangge untuk POS-KUPANG.COM.
Petrus Wangge (kanan) bersama Kadis Pertanian Ende, Marianus Alexander dan pegawai Dinas Pertanian di lahan Sorgum, Desa Kota Baru, Kabupaten Ende, Rabu 24 Maret 2021 

Kerinduan Petani Sorgum di Ende Belum Terjawab, Begini Respon Dinas Pertanian

POS-KUPANG.COM | ENDE -- Petani Sorgum di Desa Kota Baru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), alami kendala untuk kembangkan tanaman pangan serba guna tersebut.

Mereka ingin agar kegiatan produksi lebih efisien, ada akses pasar dan kembangkan Sorgum jadi bahan baku industri, misalnya bahan baku membuat gula cair.

Kerinduan mereka belum terjawab sejak mereka mulai budidaya Sorgum pada 2014 silam. Padahal kala itu, panen perdana, meraka berhasil merup 10 ton Sorgum dari lahan seluas 1 hektar.

Kelompok tani yang budidaya Sorgum di Desa Kota Baru, yakni kelompok tani 'Mae Welu' dibentuk sejak 2012, diketuai oleh Petrus Wangge (40), akrab disapa Epit.

Baca juga: Petani Sorgum di Ende Minim Perhatian Pemerintah, April Panen Dinas Pertanian Rencana Pantau

Epit kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 27 Maret 202 menuturkan, tiga hari lalu, Kadis Pertanian Ende, Marianus Alexander dan jajaran datang memantau Sorgum di lahan yang digarap oleh kelompok tani Mae Welu.

Menurutnya, dari lahan seluas 5 hektar tersebut, mereka bisa panen 25 ton Sorgum, 1 hektar bisa panen 5 ton.

Ditanya respon Dinas Pertanian terkait kerinduan petani Sorgum, Epit katakan, Dinas Pertanian berjanji akan membantu mesin perontok. "Kata pa Kadis Pertanian, akan bantu, memang belum memastikan kapan realisasinya," kata Epit.

Lanjutnya, pihak Dinas Pertanian juga akan membantu penyebaran benih pemupukan dan  untuk penamaman berikutnya di lahan seluas 10 hektar. "Bantuannya sekitar 7,5 juta rupiah," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Agas: Sorgum Bukan Pangan Lokal Baru di Masyarakat, Sudah Membudaya Sejak Nenek Moyang 

Petrus mengatakan, Sorgum, bukan tanaman pangan baru di Kabupaten Ende dan NTT. Namun di era tahun 1980 - 1990, tanaman serba guna ini perlahan - lahan 'lenyap'.

Padahal Sorgum, selain sumber pangan, juga untuk pakan ternak dan bahan baku industri. Tidak hanya itu, mengonsumsi Sorgum bagus untuk penderita diabetes karena bisa menurunkan gula darah.

Pada 2014, setelah mempelajari dan mendapat informasi tentang Sorgum, berinisiatif budidaya Sorgum.

Petrus bergerak bersama kelompok tani 'Mae Welu' yang meraka bentuk sejak 2012, untuk program menanam manggrove di pesisir pantai di Kecamatan Kota Baru.

Petrus dan kawan-kawan mengolah lahan seluas 1 hektare secara tradisional untuk tanam Sorgum. Panen perdana, hasilnya mencapai 10 ton.

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Tandatangani Kerjasama Pengembangan Sorgum 

Menurutnya, Sorgum tersebut dikonsumsi sendiri dan dijual. Menurutnya, banyak masyarakat di Kota Ende, Ibu Kota Kabupaten Ende yang memesan Sorgum.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved