Breaking News:

Sosiolog Undana Sebut Prostitusi Online di Kota Kupang Sudah Vulgar, Kontrol Lemah

aplikasi michat yang sering digunakan sebagai layanan komunikasi, banyak pekerja yang begitu fulgar menawarkan 'jajanan' tersebut.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Dosen sosiologi dari universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang  Drs. Yos E. Jelahut, M.Si 

Begini Kata Sosiolog Undana Terkait 'Lapak' Prostitusi Online di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Prositusi online yang  memanfaatkan kecanggihan teknologi bukan sebuah masalah baru di publik dan berbagai wilayah yang telah menggunakan layanan media online.

Begitupun kota Kupang yang kini mulai terjerumus ke dalam kubangan bisnis untuk berhubungan intim ini.

Melihat fenomena ini, dosen universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang  Drs. Yos E. Jelahut, M.Si, hal tersebut terjadi akibat dari penutupan lokalisasi bernama Karang Dempel (KD), yang baginya penutupan tersebut tidak serta merta juga menutup bisnis ini, namun lebih kepada merubah modus operan.

"Itu seperti merubah modus dari terbuka ke tertutup itu. Ex dari sana, menurut saya ya berbuah modus itu" ujarnya, Kamis 25 Maret 2021.

Ia menerangkan, hasil penelusurannya di media online termakasud aplikasi michat yang sering digunakan sebagai layanan komunikasi, banyak pekerja yang begitu vulgar menawarkan 'jajanan' tersebut.

Hal ini bagi Yos, justru sangat dikhawatirkan dan menyebabkan modus pekerja akan berganti dari terselubung ke modus terbuka.

Secara sosiologis, ia menilai ada beberapa hal yang disebabkan hingga adanya praktek seperti ini.

Pertama, pada sektor pendidikan dan keterampilan yang terbatas dari pekerja, sedangkan tuntutan kehidupan justru semakin meningkat sehingga pekerja rela melakoni pekerjaan ini.

Di point yang kedua, lanjut Yos, ada pada lemahnya kontrol sosial dari pemerintah setempat.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved