Jengkal dengan Arogansi China, Filipina Kerahkan Banyak Kapal Perang Siap Sikat Milisi Beijing

Presiden negara itu, Rodrigo Duterte pun sudah memerintahkan Filipina mengerahkan kapal-kapal perang dalam jumlah besar  untuk menghalau kapal-kapal n

Editor: Alfred Dama
via kontan.co.id
Kapal perang Angkatan Laut Filipina 

Jengkal dengan Arogansi China, Filipina Kerahkan Banyak Kapal Perang Siap Sikat Milisi Beijing

POS KUPANG.COM -- Semakin banyak kapal milisis China yang memasuki perairan Filipina membuat negera tetangga Indonesia itu mulai gerah

Presiden negara itu, Rodrigo Duterte pun sudah memerintahkan Filipina mengerahkan kapal-kapal perang dalam jumlah besar  untuk menghalau kapal-kapal nelayan China itu

Sementara itu, kapal-kapal nelayan China diduga di jaga oleh kapal-kapal penjaga pantai China yang sudah mendapat kewenangan untuk menghancurkan kapal musuh di perairan yang diklaim China

Bila bentrokan terjadi maka lonceng Perang Dunia III siap siap dibunyikan yang diawali perang Filipina vs China

Baca juga: 220 Kapal Milisi China Kepung Filipina , Manila Kesal China Makin Maruk di Laut China Selatan 

Baca juga: Mengejutkan, China Bertindak Agresif dan Represif di Laut China Timur & Laut China Selatan, Ada Apa?

Militer Filipina memerintahkan pengerahan lebih banyak kapal perang ke Laut China Selatan pada Kamis (25 Maret), di tengah pertikaian diplomatik yang berkembang atas armada kapal Cina yang diparkir di dekat karang yang disengketakan.

China mengklaim hampir keseluruhan laut yang kaya sumber daya itu, dan minggu ini dituduh oleh Amerika Serikat atas upaya untuk "mengintimidasi dan memprovokasi orang lain" dengan memarkir kapalnya di dekat Whitsun Reef

Di Manila telah memerintahkan Beijing untuk menarik 183 perahu tersisa di terumbu berbentuk bumerang, sekitar 320 km Barat Pulau Palawan , menggambarkan kehadiran mereka sebagai serangan atas wilayah kedaulatan Filipina.

Sekitar 220 kapal terdeteksi oleh Penjaga Pantai Filipina pada 7 Maret, tetapi baru Manila publikasikan akhir pekan lalu.

Patroli udara militer Filipina di atas terumbu karang tersebut pada Senin (23 Maret) menemukan 183 masih di sana.

China mengatakan, ratusan kapal penangkap ikan mereka berlindung dari cuaca buruk di dekat terumbu karang, yang Beijing klaim sebagai bagian dari Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang diperebutkan.

Mengutip Channel News Asia, seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina menyatakan, kapal perang Angkatan Laut tambahan akan melakukan "patroli kedaulatan" di perairan tersebut.

Tapi, dia tidak menyebutkan, apakah kapal perang Filipina akan mendekati terumbu karang atau jenis kapal perang apa yang dikirim ke perairan itu.

Duterte hanya menyatakan keprihatinan
 

Perselisihan diplomatik Filipina dan China telah meningkat dengan beberapa negara, termasuk Kanada, Australia, dan Jepang, menyatakan keprihatinan atas ketegangan baru di kawasan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved