Berita TTU Hari Ini
Reses DPRD TTU, Warga Minta Pemerintah Perbaiki Infratruktur Jalan dan Saluran Irigasi
Warga Desa Naop dan sekitarnya, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan dan saluran irigas
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Warga Desa Naop dan sekitarnya, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan dan saluran irigasi di wilayah tersebut yang hingga saat ini belum mendapat perhatian dari pemerimtah.
Hal ini dikeluhkan lantaran Kecamatan Noemuti Timur termasuk sebagai salah satu lumbung pangan Kabupaten TTU. Warga setempat juga mengakui bahwa, sejumlah sarana-prasarana Irigasi belum mendapatkan perhatian.
Demikian disampaikan oleh Anggota Daerah Pemilihan IV
DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, Yohanes Salem, S. T kepada POS-KUPANG.COM, Rabu, 24/03/2021.
Dikatakan pria yang akrab disapa John ini bahwa, warga Desa Naop dan sekitarnya menyampaikan keluhan tersebut saat dirinya menggelar reses sebagai anggota DPRD di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Selain itu, bebernya, Rumah Sakit Kusta dan Cacat Umum Bunda Pembantu Abadi sebagai satu-satunya rumah sakit kusta terbesar yang ada di pulau Timor juga selama ini luput dari perhatian Pemerintah Daerah. Pasalnya, ruas jalan Oeperigi – Haekto yang menghubungkan 2 kecamatan yakni Kecamatan Noemuti dan Kecamatan Noemuti Timur belum semuanya diperbaiki kurang lebih 6 Km. Kondisi ruas jalan tersebut rusak parah.
" Meskipun sebagai wakil rakyat, sudah seringkali kita ingatkan pemerintah; sementara di Desa Bijaepasu dan Tuabatan Kecamatan Miomafo Tengah persolannya lebih didominasi oleh minimnya ketersediaan air bersih pada saat musim kemarau dan penciptaan lapangan kerja, bagi angkatan kerja muda," jelasnya.
Melihat hal ini, lanjut John, perlu ada ikhtiar baik dari Pemerintah Kabupaten TTU untuk berkoordinasi secara baik bersama pemerintah desa agar berkolaborasi dalam program dan kegiatan menuntaskan persoalan ketersediaan air bersih dengan memaksimalkan penggunaan Dana Desa yang hampir mencapai 1 milyar.
Sementara itu terkait terciptanya lapangan kerja, John menilai, Dinas Nakertrans Kabupaten TTU, harus maksimal memanfaatkan Balai Latihan Kerja yang sudah ada sebagai wadah peningkatan keterampilan, melalui kegiatan pemberdayaan tenaga kerja dan wirausaha baru.
Rekapan persoalan masyarakat ini adalah ungkapan kebutuhan masyarakat tentu melalui jalur pokok-pokok pikiran DPRD sebagai wakil rakyat agar didorong untuk memperoleh prioritas pembangunan.
"Sebagai anggota DPRD saya menaruh harapan besar atas dilantiknya kepala daerah TTU yang baru periode 2021-2024 hasil pemilukada 2020 yakni bapak Drs. Juandi David dan Drs. Eusabius Binsasi. Bahwa ada harapan, di bawah kepemimpinan kedua tokoh ini akan membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat TTU," ucapnya.
Kepercayaan masyarakat akan kepasitas kedua tokoh ini telah digambarkan melalui hasil pemilu di mana mayoritas masyarakat menjatuhkan pilihan kedua sosok ini.
Ia menambahkan, maju-mundurnya pembangunan dan ekonomi di daerah tergantung pada kualitas dan kesungguhan pemimpin membangun daerah.
Lebih lanjut dikatakan John, banyak kepala daerah hasil proses pilkada langsung yang bisa menjadi role model karena kecakapan, prestasi dan keberhasilannya. Namun, tak bisa disembunyikan pula, pilkada juga melahirkan banyak pemimpin daerah yang bermasalah lantaran terjerat kasus korupsi.
Ia berharap, semoga pemimpin TTU yang baru bisa menjadi andalan masyarakat untuk sebuah perubahan yang lebih baik.
Baca juga: Kuasa Hukum Terdakwa Pembunuhan Watodiri Nilai Dakwaan JPU Tidak Cermat dan Tak Jelas, Ini Alasan