Begini Kisah 9 Naga Raja Ekonomi Indonesia Dari Miskin Hingga Punya Kekayaan Triliunan, Bikin Syok
Bagaimana kisah para 9 naga berjuang dari nol hingga punya kekayaan ratusna hmiliar hingga trilunan? Simak ceritanya
Tempat-tempat sembahyang Taoisme, ukiran atau patung naga adalah suatu hal yang pasti. Melambangkan bagaimana kekuatan naga sangat lekat sebagai mahluk Surgawi.
Secara bentuk, naga memang terdiri dari beberapa gabungan hewan duniawi. Badannya seperti ular, bertanduk rusa, bercakar burung elang, dan bergigi taring seperti buaya. Gabungan ini tentunya memiliki makna filosofisnya tersendiri.
Filosofis keseimbangan Yin-Yang juga sangat memengaruhi konsep naga bagi bangsa Tiongkok Kuno. Naga yang mewakili lelaki yang kuat, berwibawa, dan tegas, ternyata memiliki pasangan yang bernama Burung Hong (Phoenix).
Ilustrasi Burung Hong (sumber: tionghoa.info)
Burung Hong sendiri digambarkan sebagai seekor burung mitologi raksasa, dan mewakili sifat kelembutan, kesucian, dan keanggunan seorang wanita.
Angka yang paling melekat pada naga adalah 9. Banyak karya lukis dan ukir yang memunculkan penampakan 9 ekor naga, salah satunya yang paling terkenal adalah Tembok 9 Naga di Istana Terlarang (Forbidden City), Beijing, China.
Tembok 9 Naga di Forbidden City (sumber: tionghoa.info)
Selain karena angka 9 memang adalah angka yang dianggap menguntungkan, ada pula kisah 9 ekor anak naga. Setiap anak naga dikisahkan memiliki tugas tertentu. Tugas tersebut mewakili wataknya masing-masing.
Mereka adalah:
Qiuniu, naga yang menyukai musik, dan biasanya digunakan untuk menghias alat musik.
Yazi, naga mematikan yang digunakan untuk menghiasi pegangan pedang atau senjata lainnya.
Chaofeng, naga singa yang suka berada di sebuah tepian. Naga ini diletakkan di keempat sudut atap.
Pulao, naga yang suka menangis. Naga ini diletakkan di atas lonceng dan digunakan sebagai pegangan.
Suanni adalah naga duduk. Naga ini kerap menghiasi dasar patung-patung arca dewa.
Bixi, naga besar seperti kura-kura yang bertugas membawa barang, ditempatkan di bawah monumen makam.
Bi'an, naga yang berhubungan dengan masalah hukum, dan ditempatkan di gerbang penjara, untuk berjaga-jaga.
Fuxi, naga yang menyukai sastra, ditempatkan di sisi monumen kuburan.