Kapolda NTT Perintahkan Ditpolair Tindak Pengebom Ikan di Sabu Raijua

Kapolda Lotharia Latif mengatakan akan menindak tegas para pengebom ikan yang merusak ekosistem laut dan meresahkan warga

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif saat menggelar jumpa pers pada 18 Desember 2020 lalu. 

Kapolda NTT Perintahkan Ditpolair Tindak Pengebom Ikan di Sabu Raijua

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Keresahan masyarakat Sabu Raijua terkait maraknya pengeboman ikan di wilayah mereka tampaknya akan tertangani. 

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif telah memerintahkan aparatnya untuk turu melakukan patroli ke wilayah tersebut. 

Melalui Kabid Humas Kombes Pol Rishian Krisna, Kapolda Lotharia Latif mengatakan akan menindak tegas para pengebom ikan yang merusak ekosistem laut dan meresahkan warga.  

"Kapolda NTT sudah perintahkan jajaran Direktorat Polair serta Kapolres untuk melakukan patroli dan himbauan serta penindakan bila ditemukan pelaku pengeboman ikan," ujar Kombes Pol Rishian Krisna kepada POS-KUPANG.COM, Senin (22/3) pagi. 

Selain melakukan patroli dan penindakan, Direktorat Polair juga segera berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk menangani permasalahan itu. 

Sebelumnya diberitakan, keresahan masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua dua pekan belakangan dipicu Keresahan masyarakat itu bukan tanpa alasan.

Populasi ikan, rumput laut dan terumbu karang serta biota laut yang terdapat di lokasi itu terancam mengalami kerusakan. 

Dua wilayah yang menjadi lokasi pengeboman itu terparah berada di Pantai Halla dan Pantai Ma'ne Raijua.

Perwakilan Relasi Community Sabu Raijua yang menghubungi POS-KUPANG.COM pada Minggu (20/3) pagi menyebut, kondisi itu sudah dilaporkan para nelayan dan masyarakat ke pihak kepolisian. 

"Masyarakat sudah lapor. Pihak Pospol Raijua juga sudah mengambil sikap, tapi karena keterbatasan fasilitas dan sarana maka penanganan belum maksimal," ujar koordinator Relasi Community Sabu Raijua, Econk Parera melalui sambungan telepon.

Pihaknya bersama masyarakat meminta aparat Kepolisian, aparat TNI dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan secara cepat dan tegas.

"Tentunya kita semua tidak menginginkan keindahan bawah laut kita dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata dia.

Baca juga: Pimpin INTI Lembata, Adriani Sunur Ingin Berdayakan Perempuan Lembata

Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan Terapung di Sungai Noelmina

Petani rumput laut, kata dia, mengeluh juga mengalami kerugian karena tanaman rumput laut mereka rusak dan tidak dapat di jual. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Standings provided by SofaScore LiveScore

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved