Berita Pendidikan
Kehadiran PAUD Karya Ilahi Waioti Atasi Keluhan Keluarga di Sikka
Atas nama pemerintah Kabupaten Sikka kami menyampaikan profisiat kepada ibu Ursula yang dengan hati mau menampung semua ini yaitu anak-anak berkebutuh
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Atas nama pemerintah Kabupaten Sikka kami menyampaikan profisiat kepada ibu Ursula yang dengan hati mau menampung semua ini yaitu anak-anak berkebutuhan khusus dan Tuhan pun memberi orang-orang khusus untuk melayani anak-anak difabel dan di kemudian hari mereka akan menjadi orang-orang khusus dalam pembangunan di negara ini.
Demikian Wabup Sikka, Romanus Woga didampingi oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sikka, Mathilda Clementia dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Dominggus Edmundus Bura S.STP mengunjungi PAUD Karya Ilahi Waioti dalam rangka HUT Ke-12 sekaligus Pemberkatan Patung Santo Yosef Pelindung PAUD Karya Ilahi.
Wabup Sikka mengungkapkan, PAUD Karya Ilahi telah mendedikasikan dirinya untuk masyarakt Sikka
khusus kepada anak- anak berkebutuhan khusus atau difabel.
Wabup Sikka menyampaikan terima kasih kepada PAUD Karya ilahi yang dengan keterbatasaanya mau melayani anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Kabupaten Sikka dengan berpedoman pada keluarga kudus Yesus, Maria dan Yosef dan dapat melewati segala masalah.
Ia juga menyampaikan, terimakasih atas penyelenggaraan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sikka.
“ Pemerintah menyampaikan terima kasih atas karya ilahi yang besar ini mudah mudahan bisa mengatasi keluhan-keluahan dari keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus terima kasih kepada ibu Ursula dan seluruh staf di PAUD Karya ilahi,” ungkap Wabup Sikka.
Baca juga: Bamsoet: isu Presiden Tiga Periode, Hanya Skenario ‘Halu’ Dari Para Petualang Politik
Sementara itu Pimpinan PAUD Karya ilahi, Ursula Maria menyampaikan PAUD Karya Ilahi memang berbeda dengan sekolah pendidikan anak usia dini lainnya karena murid di sekolah ini adalah anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya yang menginisiasi sekolah ini dengan mendirikan tiga ruang kelas telebih dahulu. Saya tergerak membangun PAUD ini karena yakin jika ditangani dengan baik di usia dini maka kesempatan berkembang akan lebih maksimal menuju kemandirian. Usia emas adalah kesempatan untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan mereka,”kataUrsula.
Berdiri sejak tahun 2009, sekolah ini baru mendapat ijin operasional dari Dinas Pendidikkan pada tahun 2013.
Baca juga: Jaksa Kebut Kasus Dugaan Korupsi Proyek Boulevard Kota Kupang
Menurut Ursula, tidak mudah mengurus soal perijinan tersebut, tapi ia sangat memakluminya. Ia juga tak putus semangat karena menurutnya di Maumere hanya ada dua SLB (Sekolah Luar Biasa), dengan murid yang jumlahnya terus bertambah tentu tidak akan cukup. Meskipun selalu ada kekurangan-kekurangan semua di bawa doa.
“Jika ada maslah kami selalu doa dan pasti ada jalan keluar,” kata Ursula.(ris)

