Jumat, 5 Juni 2026

Sosok Ini Berani Sebut Pernyataan Jokowi Soal 3 Periode Seperti Cuaca: Pagi Bicara Sore Ubah, Siapa?

Sosok Ini Berani Sebut Pernyataan Jokowi Soal 3 Periode Seperti Cuaca: Pagi Bicara Sore Berubah, Siapa?

Tayang:
Editor: maria anitoda
Warta Kota.com
Sosok Ini Berani Sebut Pernyataan Jokowi Soal 3 Periode Seperti Cuaca: Pagi Bicara Sore Berubah, Siapa? 

POS-KUPANG.COM - Sosok Ini Berani Sebut Pernyataan Jokowi Soal 3 Periode Seperti Cuaca: Pagi Bicara Sore Berubah, Siapa?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membantah adanya wacana dari pemerintah untuk mengubah peraturan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Jokowi dengan tegas mengatakan tidak ada niat dan tidak berminat menjadi presiden tiga periode.

Baca juga: Bank Indonesia NTT-Pos Kupang Ngobrol Asyik: Nyoman Pacu Omzet UMKM

Baca juga: Bintang PSMS Medan Rachmad Hidayat Menepi di Pinggir Lapangan, Apakah Cedera? Ternyata Peregangan 

Baca juga: Ngotot Jual Saham Bir, Anies Baswedan Berseteru Sama DPRD, Sosok Ini Ungkap Fakta Saham Bir, Berapa?

Baca juga: KABAR GEMBIRA: Pasien Positif Covid-19 di Belu yang Sembuh Bertambah 12 Orang

“Saya sama sekali tidak memiliki niat, juga tidak berminat untuk menjadi presiden tiga periode,” tegas Jokowi.

Namun pernyataan Jokowi tersebut diragukan oleh Haris Azhar selaku Direktur Eksekutif Kantor Hukum Lokataru.

Menurutnya, pernyataan Jokowi sering kali berubah-ubah selayaknya cuaca.

“Problemnya statement kadang sering berbeda dengan cuaca. Jadi statement pagi hari, sorenya berubah,” kata Haris Azhar dilansir dari chanel YouTube Najwa Shihab, Kamis (18/3/2021).

Hariz Azhar menambahkan jika saat ini Jokowi menyatakan tidak berminat, tetapi mungkin ke depannya justru akan ada proses menuju amandemen.

“Kemudian juga ada masalah soal, memang Pak Jokowi tidak berminat, tetapi nanti persoalannya kemudian ada satu proses yang bergulir yang kemudian mengamandemen, lalu melekatkan harus ada GBHN, GBHN itu harus jangka panjang. Lalu kita juga dengar bisik-bisik sudah mulai ramai soal agenda sampai 2045,” jelasnya.

Lebih lanjut, Haris Azhar mengatakan bahwa bisa jadi situasi akan berubah akibat suatu proses politik.

Dirinya mencontohkan, jika saat ini Jokowi menolak wacana tiga periode, tetapi nantinya justru didaulat.

“Jadi ada yang gak sinkron antara pernyataan presiden dengan proses politik yang terjadi, yang kemudian bahkan dia juga nanti tetap menolak, tapi tetap didaulat. Ada situasi yang seperti itu."

“Artinya Pak Jokowi harus paham bahwa ini dia bukan seorang diri, tetapi mereseprentasikan atau dia ada di dalam satu kelembagaan, namanya lembaga kepresidenan,” katanya.

Baca juga: Bank Indonesia NTT-Pos Kupang Ngobrol Asyik: Nyoman Pacu Omzet UMKM

Baca juga: Bintang PSMS Medan Rachmad Hidayat Menepi di Pinggir Lapangan, Apakah Cedera? Ternyata Peregangan 

Baca juga: Sarwendah: Stop Momongan

Baca juga: Promo J.CO Kamis 18 Maret 2021 Weekly Promotion 12 Donat+ 1 Liter Kopi Rp 139 Ribu, Cookies Murah

Sementara itu politikus Partai Gerindra Arie Poyuono adalah salah satu yang setuju dengan wacana presiden tiga periode.

Diketahui, sejak tahun 2019 Arief menyatakan bahwa masa jabatan presiden di Indonesia harus tiga periode atau bahkan lebih.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved