Tanggapan Bupati Ende Djafar Achmad Dihadang Warga Pakai Spanduk dan Pohon Pisang
Aksi warga itu yah menyangkut dengan jalan. Kami punya jalan ini, kebetulan di desa saya itu tinggal 1,1 Km, itu mulai tahun 2016
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Tanggapan Bupati Ende Djafar Achmad Dihadang Warga Pakai Spanduk dan Pohon Pisang
POS-KUPANG.COM | ENDE -- Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad memberi tanggapan pasca dihadang warga di jalan di Desa Aebara, menuju Kota Kecematan Ndori, Selasa (9/3/2021).
Bupati dan rombongan dihadang warga di jalan menggunakan spanduk dan pohon pisang saat dalam perjalanan menuju Kantor Camat Ndori guna memimpin serah terima jabatan camat setempat.
Bupati tidak mempersoalkan aksi warga tersebut, bahkan ia mengaku aksi tersebut baik karna aspirasi langsung disampaikan kepada Bupati.
Lewat aksi tersebut warga melintas Pemda Ende seger memperbaiki ruas jalan di Desa Aebara, menuju Kota Kecematan Ndori sepanjang 1,1 Km. Warga kesal lantaran sudah sejak 2016, perbaikan jalan tidak terealsasi.
Bupati Ende Djafar Achmad, dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, membenarkan ada aksi warga menghadang Bupati dan rombongan menggunakan spanduk dan pohon pisang.
"Baik sekali. Malahan saya senang sekali menyampaikan memang aspirasinya langsung ke Bupati dan rombongan tentang jalan ke Ndori sisa 1 km yg masih rusak. Jadi sebagai masukan yang berharga buat Bupati," kata Bupati Djafar.
Bupati juga menyampaikan bahwa sudah melakukan dialog dengan warga di Kantor Desa Aebara.
Menurutnya, perbaikan jalan di Desa Aebara tersebut menjadi prioritas ke depan. Namun Pemda Ende melihat kemungkinan anggaran untuk perbaikan. "Dengan melihat dana kalau tidak bisa tahun ini. pasti tahun depan jadi prioritas, karena situasi covid saat ini," kata Bupati Djafar.
Sementara itu Kepala Desa Aebara, Yornalius Djawa, dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, membenarkan aksi warga desanya itu. Menurutnya warga kesal lantaran ruas jalan sepanjang 1,1 Km, di desa menuju Kota Kecematan Ndori dalam kondisi rusak.
"Aksi warga itu yah menyangkut dengan jalan. Kami punya jalan ini, kebetulan di desa saya itu tinggal 1,1 Km, itu mulai tahun 2016, sepuluh desa di Ndori hanya usul perbaikan jalan itu tetapi tidak tercover sampai saat ini," kata Yornalius.
Menurutnya, pihak Pemda Ende dan anggota DPRD Kabupaten Ende sudah berjanji untuk memperbaiki jalan tersebut. "Itu sebenarnya (aksi warga) tidak terjadi tetapi kan sudah lama kita dijanjiin-janjiin terus," keluhnya.
Yornalius menceritakan, ketika rombongan Bupati hendak lewat warga membentangkan spanduk. Mobil rombongan Bupati pun berhenti.
"Bupati datang mereka tahan, meraka minta jangan dulu lewat. Abis itu ada Satpol PP datang bilang kenapa buat begini omong baik-baik saja," ungkapnya.
Setelah itu, lanjutnya, Bupati berdialog dengan warga di Kantor Desa Aebara, yang letaknya dekat jalan tersebut.
Baca juga: Undana Siapkan Bahan Bakar Biomassa Kerja Sama dengan PLN
Baca juga: Intel Polres Datangi DPC, DPD Demokrat NTT : Tidak Relevan
Baca juga: Apresiasi ASN, Bank NTT Turunkan Suku Bunga Jadi 10 Persen
Kades Yornalius menegaskan aksi yang dilakukan warga itu semata-mata menyampaikan aspirasi agar jalan yang rusak di desa mereka segera diperbaiki. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-ende-djafar-achmad-saat-diwawancarai-di-rumah-jabatan.jpg)