Disela-sela Musrembangcam di Aimere, Bupati Andreas Pantau Aset Milik Pemkab Ngada

yang tidak digunakan tersebut diantaranya tempat pelelangan ikan dan balai pertemuan nelayan yang berlokasi di Aimere.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Bupati Ngada, Andreas Paru saat melihat tempat pelelangan ikan di Aimere yang tidak digunakan, Selasa (9/3/2021). 

Disela-sela Musrembangcam di Aimere, Bupati Andreas Pantau Aset Milik Pemkab Ngada

POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Bupati Ngada, Paru Andreas di sela-sela mengikuti kegiatan Musrenbangcam RKPD Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Aimere pada, Selasa (9/3/2021) meninjau beberapa aset milik Pemda Ngada yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Beberapa aset milik Pemda Ngada yang tidak digunakan tersebut diantaranya tempat pelelangan ikan dan balai pertemuan nelayan yang berlokasi di Aimere.

Didampingi Wakil Ketua DPRD Ngada, Peterus Ngabi dan Anggota DPRD Ngada, Yosep Bei, Bupati Andreas melihat secara langsung kondisi kedua bangunan tersebut.

Bupati Andreas menegaskan asset-asset milik Pemda ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera dimanfaatkan.

"Dalam kaitannya dengan program strategis Tante Nela Paris, asset-asset ini harus segera kembali digunakan bagi kepentingan para nelayan," ungkapnya.

Selain mengunjungi asset Pemkab Ngada, Bupati Andreas juga berkesempatan menemui secara langsung para nelayan pada beberapa lokasi di Aimere dan di Gemo. Dalam dialog dengan para nelayan, Bupati mendengarkan secara langsung apa yang menjadi permasalahan para nelayan.

Salah satu nelayan, Muslim Abdulah menyampaikan kepada Bupati terkait persoalan yang dihadapinya.

Menurutnya, kendala yang dihadapi oleh mereka adalah sarana berupa pukat seling. Selama ini mereka menggunakan pukat seling bantuan perikananan 1,5 inch, sementara yang dibutuhkan pukat seling berukuran 1 inch.

Selain itu, para nelayan juga membutuhkan tali ring 24 mili dan 18 mili. Pihaknya juga masih menggunakan sistem mancing secara tradisional.

Baca juga: Tanggapan Bupati Ende Djafar Achmad Dihadang Warga Pakai Spanduk dan Pohon Pisang

Baca juga: Undana Siapkan Bahan Bakar Biomassa Kerja Sama dengan PLN

Baca juga: Intel Polres Datangi DPC, DPD Demokrat NTT : Tidak Relevan

Baca juga: Tuntut Ganti Rugi Lahan, Warga Tutup Akses Jalan ke Proyek Bendungan Manikin

Menjawabi kendala tersebut, Bupati Andreas melalui kebijakan program strategis Tante Nela Paris akan berupaya menjawabi persoalan yang dihadapi para nelayan, sehingga ada peningkatan hasil penangkapan ikan yang tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved