Breaking News:

Opini Pos Kupang

Keamanan Siber untuk Keamanan Bangsa

Di samping isu radikalisme dan terorisme, keamanan siber menjadi tema penting keamanan nasional tahun 2021 ini

Keamanan Siber untuk Keamanan Bangsa
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh Lasarus Jehamat, Dosen Sosiologi Fisip Undana Kupang

POS-KUPANG.COM - Di samping isu radikalisme dan terorisme, keamanan siber menjadi tema penting keamanan nasional tahun 2021 ini. Disebutkan, keamanan siber merupakan tonggak penting bagi keamanan nasional (mediaindonesia.com, 02/01/2021).

Sebab, di era digital seperti sekarang, semua data pribadi, lembaga, dan negara hampir terekam dalam sebuah modul big data. Sedikit saja ruang dibuka maka data kita meluap ke luar. Data pribadi kita akhirnya menjadi konsumsi publik. Itu satu kasus.

Dalam kasus lain, keamanan siber berhubungan erat dengan posisi kita sebagai sebuah bangsa yang rentan akan berbagai macam serangan. Secara ideologi, lemahnya sistem siber berpotensi meningkatnya alur kejahatan transnasional. Ini sungguh berbahaya.

Transportasi Masih Compang-Camping

Bukan tidak mungkin, berbagai macam ideologi pada titik tertentu dengan mudah keluar masuk ke Indonesia. Dalam kerangka itu, paham fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme tentu bisa disebarkan melalui berbagai kanal media di ruang siber.

Data menyebutkan, di tahun 2019, terdapat 3523 laporan keamanan siber oleh berbagai pihak yang masuk ke Badan Keamanan dan Sandi Negara (BSSN). Dari total laporan tersebut, 83,4 persen laporan dapat diverifikasi dan 16,6 persen tidak bisa diverifikasi.

Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pendidikan dan Pembelajaran

Selanjutnya, sekitar 81 persen merupakan laporan kerentanan, masing-masing 9 persen laporan insiden web dan phishing, dan masing-masing 1 persen merupakan konten negatif dan potensi serangan (Laporan BSSN, 2019).

Laporan BSSN pada Januari-April 2020 menunjukkan 88.414.296 serangan siber telah terjadi sejak 1 Januari hingga 12 April 2020. Pada bulan Januari terjadi 25.224.811 serangan, Februari terekam 29.188.645 serangan, Maret terjadi 26.423.989 serangan, dan sampai dengan 12 April 2020 telah tercatat 7.576.851 serangan.

Manariknya, situasi kerja dari rumah (work from home) digunakan oleh beberapa pihak untuk melakukan serangan terhadap yang lain. Hal ini dapat diamati dari data BSSN yang secara jelas memperlihatkan puncak serangan siber terjadi pada tanggal 12 Maret 2020 yakni sebanyak 3.344.470 serangan.

Hubungan antara keamanan siber dengan keamanan nasional tentu mudah dipahami semua orang. Yang masih dibutuhkan ialah pencerahan akan penggunaan prinsip kehati-hatian dalam bermedia. Termasuk di dalamnya ialah keamanan data pribadi dan lembaga, cerdas bermedia, kesadaran akan hilir mudik informasi, penyalahgunaan informasi dan lain-lain.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved