BPJS Mendengar, Program Serap Aspirasi
tenaga medis, pemberi kerja, asosiasi fasilitas kesehatan, organisasi profesi, akademisi, pakar, dan stakeholders JKN-KIS lainnya.
Ia menjelaskan, Kementerian kesehatan berperan sebagai regulator sistem dan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Segala peraturan terkait JKN-KIS perlu diharmonisasikan dengan peraturan Presiden, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan, agar sesuai dengan kerangka pembangunan kesehatan.
"Kami siap bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk menguatkan kerja sama dalam peningkatan akses fasilitas pelayanan, sustainabilitas finansial, integrasi data, dan hal prioritas nasional lainnya, seperti vaksinasi Covid-19. Kami dari Kementerian Kesehatan sangat mendukung Program JKN-KIS,” tandasnya.
NTT Masih Terkendala Jaringan
Di masa pandemi covid-19, BPJS Kesehatan juga membuka layanan pendaftaran peserta BPJS secara online.
Hal ini menjadi kendala peserta BPJS di NTT, yang sebagian wilayahnya belum memiliki jaringan internet.
Menjawab itu, Ali Ghufron mengaku pihaknya akan mencarikan solusi terbaik. Khusus di NTT dan beberapa daerah lain yang beberapa wilayahnya belum terkoneksi jaringan internet, pihaknya sudah menyiapkan beberapa solusi seperti, penyediaan saluran telepon 1500 400 dan teknologi mobile seperti voice atau telepon kantor.
Selain itu, pihaknya juga mengembangkan kerjasama dengan operator yang bisa mendaftar online.
"Masyarakat bisa menanyakan langsung lewat layanan yang kami siapkan. Kami akan petakan wilayah yang belum terkoneksi pelayanan. Yang jelas, khusus daerah yang spesifik, akan kami cari solusi akomodasi yang pas," katanya.
Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Kupang, Fauzi Lukman Nurdiansyah mengapresiasi program yang digagas Direktur Utama BPJS Kesehatan melalui program BPJS Mendengar.
Menurut dia, kegiatan yang dilakukan bersamaan seluruh Indonesia itu guna menampung aspirasi seluruh stakeholder. Aspirasi itu, akan ditampung dan ditindaklanjuti melalui strategi penanggulangannya.
• Sumber Air Sudah Dekat Warga Tinabani Kabupaten Ende Tidak Perlu Jalan Kaki Keluar Kampung
• 18 Warga Sumba Barat Terkonfirmasi Positip Tertular Virus Corona Jalani Isolasi Mandiri
"Jika ada persoalan atau keluhan akan tersampaikan dan ditangulangi lebih cepat," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)