Berita NTT Terkini

Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie: Ibas Lebih Berkompeten dari AHY

Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie: Ibas Lebih Berkompeten dari AHY

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Marzuki Alie 

Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie: Ibas Lebih Berkompeten dari AHY

POS-KUPANG.COM - EKS Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie menilai Edhy Baskoro Yudhoyono ( Ibas) dianggap lebih berkompeten dibandingkan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Marzuki menerangkan AHY belum terbukti memiliki pengalaman. Ia mengibaratkan seseorang perlu pengalaman kepemimpinan yang cukup matang jika ingin menjadi presiden. Misalnya sebelumnya pernah menjabat sebagai gubernur atau menteri.

Selamatkan Bahasa Ibu

Sehingga masyarakat bisa menilai bagaimana karakter kepemimpinan sosok tersebut. Sama halnya memimpin suatu partai. Maka perlu teruji kepemimpinannya. Marzuki membandingkan AHY dengan adiknya, Ibas.

"Memang secara pengalaman Ibas itu pernah jadi Sekjen, Ibas pernah ketua fraksi, mungkin dari sisi manajerial partai secara politik dia lebih mampu," ujar Marzuki saat berbincang bersama jajaran redaksi Tribun Network secara daring, Kamis (4/3/2021).

Dalam perbincangan ini, Marzuki juga menceritakan bahwa di internal Partai Demokrat, Ibas lebih diterima oleh kalangan senior.

150 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Waingapu

"Mas Ibas itu sudah lama bersosialisasi dengan senior-senior, ada hubungan emosionalnya," imbuh Marzuki.

Menurut Marzuki, ada keinginan besar dari beberapa pihak agar AHY maju pada Pemilihan Presiden 2024. Namun, ia tak ingin bicara mendetail terkait ini. "Ya tentu, saya punya data untuk itu," tuturnya. "Kalau dalam forum terbatas saya mau bicara itu," sambungnya.

Di tengah kekisruhan ini, Marzuki sempat mencoba berkomunikasi dengan pihak AHY dan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono. Hasilnya nihil.

"Jadi hubungan saya dengan pak SBY itu panas dingin lah," ucap Marzuki. Berikut wawancara khusus Tribun Network bersama Marzuki Alie mengenai 'gonjang-ganjing' Partai Demokrat:

Bagaimana kepemimpinan AHY, jika dibandingkan dengan Ibas?

Ya ini ya, pertama masalah AHY. Berilah dia ruang yang lebih membuat dia punya pengalaman yang lebih besar. Harusnya, kalau misalkan benar 2014 itu benar kita bisa masuk, mas AHY kan bisa jadi menteri kan. Dua periode menteri dia matang sekali, pendidikannya bagus, dia pengalaman sebagai praktisi, dinilai orang kinerjanya sebagai menteri.

Sekarang kan orang tidak bisa nilainya saja, hanya tampilan saja, hanya narasi saja. Tidak bisa menilai ketua umum dari sisi kemampuannya, bahwa managemen partai itu hasilnya begini nanti, itu managemen partai, kalau dia ingin menjadi seorang pemimpin nasional, dia harus mematangkan dirinya.

Mematangkan dirinya itu artinya dia harus punya ruang-ruang dimana dia menambah pengalaman di dalam prakteknya. Jadi tidak punya pengalaman jadi gubernur, tidak punya pengalaman jadi menteri, tiba-tiba jadi presiden. Gimana mas?

Saya menyampaikan apa adanya, saya tidak mau nutup-nutup karena kita ini bicara negara mas, bagi saya selesai sudah, mau apa itu tidak ada urusan. Tidak ada urusan bagi saya, yang penting saya sampaikan itu untuk negara kita.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved