Breaking News
Sabtu, 18 April 2026

Kebakaran di Pasar Lembor Kabupaten Mabar, Polisi Periksa Saksi-saksi

penyebab kebakaran, sekaligus menyelidiki apakah ada dugaan kejadian tersebut terjadi karena perbuatan oknum tidak bertanggung jawab.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si saat berada di Pasar Lembor, Jumat (5/3/2021).  

Bupati Edi Endi juga berharap instansi terkait dapat segera melakukan pendataan, sehingga pemerintah dapat segera mengambil kebijakan bagi para korban.

"Kami meminta semua pihak yang dimotori oleh dinas sosial, BPBD, camat lembor, kelurahan dan siapa pun supaya segera mendata secepatnya. Besok kami harus dapatkan laporannya. Situasi ini sangat dibutuhkan bekerja ekstra, jangan biarkan masyarakat susah karena kelambanan kita. Perlu ada kordinasi agar yang musibah perlu ditangani. Semakin cepat berarti kita sungguh meringankan musibah yang mereka alami," katanya.

Bupati Edi Endi pun sempat memberikan motivasi kepada para korban, menurutnya, kejadian tersebut harus dimaknai sebagai peristiwa untuk refleksi dan mencari solusi bersama.

Pemerintah, kata Bupati Edi Endi, tidak akan 'menutup mata' dan segera menangani kejadian tersebut bersama stakeholder lainnya.

Bupati Edi Endi pun berharap adanya dukungan dan 'uluran tangan' dari semua pihak bagi korban terdampak kebakaran tersebut.

Dikesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Mabar, Martinus Mitar mendukung langkah pemerintah untuk mengadakan mobil pemadam kebakaran di wilayah Lembor.

Menurutnya, Pasar Lembor sebagai sarana masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sangat strategis dan perlu ada sarana untuk mendukung saat terjadi bencana kebakaran.

"Saya mendukung langkah bupati, tidak boleh tidak ada mobil pemadam kebakaran," tegasnya.

Salah satu pedagang yang merupakan korban kebakaran, Gaspar Ganggut (56) mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 30 juta akibat kejadian tersebut.

"Stand jual sembako saya habis terbakar, tidak ada yang bisa diselamatkan," ujarnya.

Dikisahkannya, ia mendapatkan informasi kebakaran sekitar pukul 05.00 Wita, ia pun bergegas menuju stand dari rumahnya yang berjarak sekitar 6 km, namun sayang ia hanya mendapati stand miliknya telah rata dengan tanah akibat kebakaran.

"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah bagi kami pedagang," katanya.

Sementara itu, pertemuan selanjutnya dilakukan Bupati Edi Endi dan Wakil Bupati Mabar, dr Yulianus Weng dengan para korban kebakaran di Kantor Camat Lembor.

Kunjung LPKA Kupang, Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM, Fajar Lase : Ayo Raih WBK

Hampir Dua Minggu Wali Kota Kupang Berkantor di RSUD SK Lerik

Diskon 50 % Buku dan Alat Tulis Kantor di Gramedia Maumere Bagi Masyarakat Flores

Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Mabar, Martinus Mitar dan Camat Lembor, Pius Baut.
(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved