Berita NTT Terkini
Pemuda Satar Kampas, Manggarai Timur Bagi Ilmu Pembuatan Pupuk Kompos Organik Untuk Petani
Pemuda Satar Kampas, Manggarai Timur Bagi Ilmu Pembuatan Pupuk Kompos Organik untuk petani
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
Pemuda Satar Kampas, Manggarai Timur Bagi Ilmu Pembuatan Pupuk Kompos Organik untuk petani
POS-KUPANG.COM | BORONG---Untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi dari pabrik, kelompok Pemuda Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) berinovasi melakukan pemberdayaan masyarakat berupa transfer teknologi tentang pembuatan kompos organik kepada para petani di Maki, Dampek, Desa tersebut, Minggu (28/2/2021) lalu.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 20 orang peserta yang yang berprofesi sebagai petani dan peternak di desa itu. Pembuatan pupuk kompos organik ini dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar berupa sisa sampah organik.
• Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto SIK: Kedepankan Restoratif Justice
Koordinator Kegiatan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos, Fedi Jamin, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (4/3/2021) mengatakan, mereka melaksanakan itu untuk menampilkan cara-cara baru untuk menciptakan pupuk kompos/organik dengan memanfaatkan bahan organik dan juga kotoran hewan. Selain itu, menjawab keluhan para petani sulit mendapatkan pupuk subsidi, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Menurut Fedi, pemberdayaan kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan diperlukan untuk mengubah pola pikir, sikap dan perilaku masyarakat petani guna membangun kehidupan dan penghidupan para petani yang lebih baik secara berkelanjutan.
• SIANG Ini Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 13, Ini Tata Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 13
"Jadi tujuan kami adalah untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan dan pengetahuan para petani membuat kompos dari kotoran ternak, melalui proses fermentasi. Pada kegiatan penyuluhan ini saya juga memperkenalkan dan mempraktekan cara-cara baru melalui teknologi fermentasi,"ungkap Fedi.
Fedi menjelaskan, Fermentasi pakan ternak merupakan salah satu proses pengolahan bahan pakan yang dapat dilakukan untuk mengubah senyawa kompleks dari bahan pakan menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan mikroba. Dengan adanya sentuhan teknologi dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas.
Sementara, bahan untuk pembuatan pupuk kompos, kata Fedi, sangat mudah diperoleh karena tersedia di sekitar lingkungan berupa kotoran ternak, limbah/sampah organik. Selain itu cara pembuatanya pun sangat mudah baik dalam skala besar maupun kecil.
Menurut Fedi, pupuk kompos sangat berperan dalam peningkatan produksi pertanian baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Juga mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan, sebab banyak mengandung mikro organisme, karena dengan masuknya kompos ke dalam tanah akan memacu perkembangan mikro organisme dalam tanah sehingga tanah menjadi subur.
Masih menurut Fedi, selama ini masyarakat belum sepenuhnya memahami manfaat pupuk kompos. Padahal kompos ini mempunyai manfaat antara lain, memperbaiki struktur tanah lempung sehingga menjadi ringan, memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah itu tidak berderai. Bahkan menambah daya ikat tanah terhadap air dan unsur-unsur hara tanah.
Selain itu, lanjut dia, penggunaan pupuk kompos juga dapat memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah, mengandung unsur hara yang lengkap, memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikroba dan menurunkan aktivitas mikro organisme yang merugikan.
Fedi juga mengajak para petani untuk sama-sama belajar agar meningkatkan keterampilan dalam membuat pupuk kompos dan juga membuat pakan ternak babi dengan proses fermentasi. Ia berharap, dengan kegiatan tersebut bisa menjadi solusi untuk tidak lagi mengharapkan pupuk buatan pabrik.
Fedi juga berharap, melalui kegitan penyuluhan swadaya ini bisa meningkatkan keterampilan, kemampuan dan pengetahuan dalam memanfaatkan kotoran ternak atau bahan organik lainnya untuk dimanfaatkan sebagai pupuk kompos (pupuk organik). Sehingga tidak lagi mengharapkan pupuk buatan pabrik.
Di samping itu kata dia, penggunaan kompos juga bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Apabila kotoran ternak seperti kotoran sapi tidak dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, maka tingkat pencemaran lingkungan semakin tinggi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)