Breaking News:

Salam Pos Kupang

Sopi dan Petani Iris Tuak

PRESIDEN Joko Widodo ( Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 10 Tahun 2021

Sopi dan Petani Iris Tuak
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PRESIDEN Joko Widodo ( Jokowi) telah menerbitkan Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 10 Tahun 2021. Perpres itu mengatur usaha industri minuman keras mengandung alkohol, alkohol anggur, dan malt terbuka untuk penanaman modal baru di Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua dengan memperhatikan budaya serta keariftan setempat.

Perpres ini sekaligus memperkuat keberadaan Peraturan Gubernur NTT Nomor 44 tahun 2019 tentang Pemurnian dan Tata Kelola Minuman Tradisional Beralkohol khas NTT. Artinya bahwa sopi atau moke bukan lagi minuman yang dilarang karena sudah dinyatakan legal oleh Perpres 10 tahun 2021.

KABAR GEMBIRA: 347 Pasien Covid-19 di Sumba Timur Telah Sembuh

Kita mengapresiasi regulasi ini. Salut terhadap Jokowi. Tentu kita kita berharap dengan adanya Perpres ini maka para petani iris tuak' atau produsen moke atau sopi itu bisa lebih leluasa mengembangkan produknya itu. Tak ada lagi penertiban produksi moke atau sopi oleh aparat penegak hukum.

Salut juga bagi Disperindag NTT yang berencana mendatangkan 100 unit mesin produksi moke atau sopi untuk diberikan kepada `petani iris tuak' atau produsen moke atau sopi yang ada di beberapa kabupaten di NTT.

Ermi Ndoen: Kepatuhan Protokol Kesehatan Kunci Penurunan Kasus Covid-19 di NTT

Kebijakan ini tentu memberi peluang kepada produsen yang adalah rakyat biasa itu bisa menghasilkan moke atau sopi yang kualitasnya jauh lebih baik dari sebelumnya dan lebih cepat.

Pemberian mesin produksi itu tentu mesti diikuti dengan pendampingan kepada petani 'iris tuak' dimaksud.

Pendampigan dimaksud mulai dari penguasaan terhadap cara kerja mesin produksi, hingga bagaimana melatih para produsen untuk membuat moke atau sopi yang lebih baik, hingga sampai pada pengemasan dan label atau merk pada produk moke atau sopi yang dihasilkan.

Dengan demikian setiap produsen dimaksud bisa menjadi`pengusaha' yang mampu menembus pasar local maupun nasional hingga internasional.

Tentunya jika hal ini berjalan dengan baik maka perekonomian keluarga petani `pengiris tuak' bisa meningkat.

Selain itu, ada hal lain juga yang mesti diperhatikan Pemerintah dan pihak terkait lainnya. Bahwa meskipun produk moke atau sopi sudah dinyatakan legal dengan Perpres 10 tahun 2021 itu, namun tetap mesti ada pengawasan dan kontrol terkait proses produksi dan pemasarannya.

Agar moke atau sopi tersebut dapat melalui proses produksi yang baik sehingga hasil produksi dan kualitasnya tak merugikan konsumen. Termasuk pemasaran moke atau sopi itu diharapkan dilakukan tepat sasaran. Artinya moke dan sopi dimaksud tidak diperjualbelikan kepada anak-anak dibawah umur. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved