Breaking News:

Upah Pekerja Proyek Ile Werung Belum Dibayar Sejak 2018, Pemda Lembata Berutang Pada Pihak Ketiga 

untuk melaksanakan proyek dengan nomenklatur Pembangunan Jalan Tapak Dalam Kawasan Ile Werung tersebut.

POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Kristoforus Nuban, Kepala pekerja proyek pembangunan tangga di Gunung Ile Werung (kanan) dan Marsel Lureng (tengah) Direktur CV Cahaya Bulan, saat sedang membincangkan masalah upah pekerja yang belum dibayar sejak tahun 2018.  

Upah Pekerja Proyek Ile Werung Belum Dibayar Sejak 2018, Pemda Lembata Berutang Pada Pihak Ketiga 

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Pembangunan anak tangga di Gunung Ile Werung pada tahun 2018 lalu ternyata masih menyisakan masalah hingga kini. Upah tukang sebesar Rp 10 juta belum dibayar oleh CV Cahaya Bulan sebagai pihak ketiga sampai sekarang.

Sementara itu, Direktur CV Cahaya Bulan Marsel Lureng alias Masta Lureng mengaku bahwa ada oknum ASN Pemkab Lembata yang menggunakan bendera CV miliknya untuk mengerjakan proyek dengan nominal kontrak senilai Rp 183.343.000,00 tersebut.

Meski mengakui kalau dia yang melakukan tanda tangan kontrak, Marsel juga ternyata tidak memberikan kuasa resmi kepada oknum ASN itu untuk melaksanakan proyek dengan nomenklatur Pembangunan Jalan Tapak Dalam Kawasan Ile Werung tersebut.

Para pekerja yang belum menerima upah sepenuhnya ini pun terus menuntut hak-hak mereka kepada Direktur CV Cahaya Bulan sebagai pihak yang bertanggung jawab atau kontraktor pelaksana. 

Marsel merasa terjepit. Dia sudah tidak sanggup membayar upah pekerja karena anggaran proyek belum dibayar seratus persen oleh Pemda Lembata. Masih ada utang kepada pihak ketiga yang belum dilunasi oleh pemerintah. 

Fakta ini terungkap dalam pertemuan klarifikasi antara Kristoforus Nuban, Kepala pekerja proyek pembangunan tangga di Gunung Ile Werung, Marsel Lureng dari CV Cahaya Bulan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan dan Anggota DPRD Lembata Gabriel Raring di Bilangan Tujuh Maret, Kota Lewoleba, Selasa (23/2/2021).

Kristoforus menjelaskan total biaya pekerja yang harus dibayar sebesar Rp 26 juta. Pihak ketiga sudah membayar upah pekerja sebesar Rp 16 juta. Masih tersisa Rp 10 juta biaya upah yang belum dilunasi sampai saat ini.

Sebagai kepala tukang, Kristoforus juga terus didesak oleh pekerja lainnya supaya membayar sisa upah mereka yang mandek sejak tahun 2018. Oleh sebab itu, dia juga terus mendatangi Marsel Lureng sebagai pihak yang bertanggung jawab, menagih hak-hak pekerja yang belum dilunasi tersebut.

"Saya ini sudah bangkrut, saya kerja juga tidak ada sama sekali. Belum lagi babi mati semua. Uang juga tidak ada. Lalu, bendera ini orang pakai saya punya untuk kerja proyek ini," keluh Marsel.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved