Khasanah Islam

HUKUM GABUNG Puasa Sunnah Senin Kamis, Ayyamul Bidh dan Puasa Rajab

HUKUM GABUNG Puasa Sunnah Senin Kamis, Ayyamul Bidh dan Puasa Rajab, bagaimana hukum menggabung puasa Sunnah?

Editor: Hermina Pello
twitter
ayyamul bidh, HUKUM GABUNG Puasa Sunnah Senin Kamis, Ayyamul Bidh dan Puasa Rajab 

HUKUM GABUNG Puasa Sunnah Senin Kamis, Ayyamul Bidh dan Puasa Rajab -

POS-KUPANG.COM - Hari Kamis, tanggal 25 Februari 2021 dalam kalender Islam bertepatan dengan 13 Rajab 1442 Hijriyah.

Ada beberapa ibadah puasa sunnah yang dapat dilaksanakan pada hari tersebut seperti Puasa Senin Kamis, Puasa Bulan Rajab dan Puasa Ayyamul Bidh.

Lantas, bagaimana hukumnya menggabung puasa sunnah?

Melansir konsultasislam.com, menggabung dua ibadah dalam satu niat dikenal oleh para Ulama dengan sebutan ‘at-Tasyrik fin Niyah’ atau ‘Tadakhul an-Niyah’.

Dalam hal tersebut, ada kaifah fiqh dalam menggabungkan dua ibadah, yang berbunyi :

إِذَا اجْتَمَعَ أَمْرَانِ مِنْ جِنْسٍ وَاحِدٍ وَلَمْ يَخْتَلِف مَقْصُوْدَهُمَا دَخَلَ أَحَدُهُمَا فِي الْأَخَرِ غَالِباً

Artinya: “Apabila dua perkara yang sejenis dan maksud (tujuannya) tidak berbeda berkumpul jadi satu maka secara umum salah satunya masuk kepada yang lain.”

Ada tiga kategori menggabungkan ibadah, seperti ibadah wajib dengan wajib, lalu wajib dengan sunnah, dan sunnah dengan sunnah.

Disimpulkan bahwa Ulama berpendapat bahwa boleh menggabungkan ibadah sunnah dengan satu niat.

Sayyid Abdurrahman bin Muhammad al-Hadhrami berkata :

“Menggabung niat beberapa puasa sunnah seperti puasa Arofah dan puasa senin/kamis adalah boleh dan dinyatakan mendapatkan pahala keduanya”.

Berikut masing-masing niat puasa:

Niat Puasa Senin Kamis

Niat Puasa Senin

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved