Breaking News:

Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB Peroleh 15 Senpi dan 94 Munisi

Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB berhasil mendapatkan 15 pucuk senjata api (senpi) yang diserahkan masyarakat perbatasan

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
SERAH SENJATA--Seorang warga Dusun Motabener, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu saat menyerahkan senjata kepada personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB, Jumat (19/2/2021). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Selama sembilan bulan bertugas, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB berhasil mendapatkan 15 pucuk senjata api (senpi) yang diserahkan masyarakat perbatasan di Kabupaten Belu, Provinsi NTT. Selain senpi, Satgas Pamtas juga mendapatkan 94 amunisi dan satu granat.

Sesuai data Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB yang diperoleh Pos Kupang.Com, Minggu (21/2/2021) dirincikan, 15 pucuk senjata api stamdar TNI itu diserahkan masyarakat melalui pos-pos. Senpi jenis springfield sebanyak 13 pucuk dan senpi SKS dua pucuk. Amunisi Kaliber 7.62 mm sebanyak 94 butir dan granat nanas satu buah.

Derby Milan Terpanas

Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol (Inf) Alfat Denny Andrian kepada wartawan di Atambua, Minggu (21/2/2021) mengatakan, sejak bertugas Agustus 2020 sampai Februari 2021, Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB memperoleh 15 pucuk senjata api, 94 butir munisi dan satu buah granat. Semua barang itu sudah diamankan di Mako Satgas Pamtas Sektor Timur.

Menurut Dansatgas, perolehan jatmuhandak ini merupakan suatu keberhasilan Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di perbatasan. TNI berhasil menyakinkan masyarakat sehingga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang ditandai dengan menyerahkan senjata secara suka rela kepada TNI.

Rachel Vennya: Panik

Untuk mendapatkan senjata tidaklah mudah. Apalagi sudah disimpan lama di tangan masyarakat bahkan ada yang menjadikan senjata itu sebagai barang antik. Namun TNI berhasil mendapatkannya dengan berbagai pendekatan.

"Penyerahan senjata ini karena hubungan harmonis yang terjadi selama ini semakin terjalin baik antara TNI yang bertugas di perbatasan dengan warga setempat. Ditambah lagi atas ketekunan personel Satgas mencari informasi tentang kemungkinan masyarakat masih menyimpan sisa-sisa perjuangan dulu seperti senjata, bahan peledak dan lainnya", ungkap Dansatgas.

"Anjangsana adalah salah satu upaya Satgas dalam mencari dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang keberadaan/kepemilikan senpi oleh warga masyarakat terutama mereka yang dahulu merupakan eks milisi", sambungnya.

Dansatgas menyampaikan terima kasih kepada masyarakat perbatasan yang telah berinisiatif menyerahkan senjata, munisi dan granat kepada TNI. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved