Banjir Terjang Dua RT di Desa Oebelo Kupang

Hujan deras yang melanda wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Sabtu (20/2/2021) menyebabkan terjadi luapan banjir

Editor: Kanis Jehola
Dok. Camat Kupang Tengah.
Camat Kupang Tengah, Ridolf Tlaan saat memantau lokasi banjir di Desa Oebelo, Sabtu (20/2/2021). 

Apabila masyarakat tidak memberikan lahan, tambahnya, maka pembangunan jalur air tidak dapat dilakukan. Persoalan lain yang menyebabkan airnya meluap adalah tidak adanya saluran air di lokasi tersebut.

Danial menyebutkan, dampak dari banjir tersebut di RT 16 sebanyak 25 kepala keluarga (KK) terdampak, serta lahan pertanian holtikultura sekitar 200 are terendam banjir. Sedangkan untuk RT 20 terdapat 31 KK terdampak banjir.

Terhadap kejadian ini, Camat Kupang Tengah, Ridolf Tlaan bersama anggota Tagana dan BPBD Kupang sudah turun ke lokasi memantau kondisi lapangan.

Camat Ridolf Tlaan kepada Pos Kupang, Sabtu (20/2) menjelaskan, hujan deras sudah terjadi selama dua hari dan puncak pada pukul 10.00 Wita dimana terjadi luapan banjir.

Banjir, katanya, menggenangi rumah warga di RT 16 dan RT 20 termasuk lahan persawahan milik warga. Tidak ada korban jiwa tetapi harta benda milik warga terbenam lumpur.

"Saya sudah turun ke lokasi bersama kepala desa juga tim Tagana dan BPBD. Memang ini kejadian hampir setiap tahun dan bukan berarti pemerintah tidak pernah berusaha. Kami sudah melakukan pendekatan dengan warga yang punya tanah agar bisa dibuka agar aliran banjir terarah menuju laut," kata Ridolf.

Ridolf menceritakan bahwa beberapa kali bersama kepala desa menemui pemilik lahan agar diberikan sedikit ruang untuk pelurusan drainase. Namun, warga pemilik lahan tidak mengijinkan.

"Jadi kalau orang bilang pemerintah masa bodoh tidak juga. Kami lakukan pendekatan pemilik tanah tapi tuan tanah tidak kasih kami mau cari alternatif apa. Ini titik persoalannya. Drainase di dekat jembatan pernah alat berat kasih perlebar tapi begitu aliran banjir menuju laut, terhalang lagi dengan lahan warga maka banjir kembali menggenangi pemukiman warga," jelas Ridolf.

Saat ini , katanya, para korban sudah dievakuasi ke lokasi yang agak aman dari aliran banjir. Bantuan darurat sudah didorong ke lokasi untuk membantu warga.

"Saya dan pak Pejabat kades baru kembali dari lokasi banjir yaitu di RT.20 tepatnya di Jalan Timor Raya batas dengan Desa Tanah Merah dan RT 16 di belakang Gereja Calvari Puluthie," kata Ridolf. (yon/cr6)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved