Warga Kelurahan Fatubesi Gotong Royong Berantas Sarang Nyamuk
aksi bersih-bersih mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini.
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Warga Kelurahan Fatubesi Gotong Royong Berantas Sarang Nyamuk
POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Warga kelurahan Fatubesi khususnya di wilayah RT 15 bergotong royong dalam kerja bakti untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kerja Bakti ini dipimpin oleh Ketua RT 15, Triani Tuuk bersama warga dengan melakukan pembersihan pada saluran dan sampah yang ada disekitar lingkungan.
Kerja Bakti ini rutin dilakukan atas imbauan yang telah disampaikan pihak kelurahan kepada setiap RT untuk melakukan aksi bersih-bersih mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti apalagi di musim hujan seperti sekarang ini.
Lurah Fatubesi, I Wayan Astawa, mengatakan selain pencegahan Covid-19 dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, warga Kelurahan Fatubesi pun tidak boleh lengah dengan penyakit DBD. Karena itu harus tetap menciptakan lingkungan yang bersih, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.
Upaya pencegahan DBD ini, kata Wayan, dimulai dari masyarakat dan untuk masyarakat sehingga lurah hanya memotivasi agar para RT dapat aktif menfajak warganya untuk melakukan PSN.
Diakuinya, memang banyak warga yang meminta untuk dilakukan fogging. Namun dirinya telah menjelaskan kepada warga fogging dapat dilakukan jika dalam satu wilayah dinyatakan darurat DBD. Karena fogging ini ini bukan bagian dari membasmi nyamuk 100 persen. Tapi hanya membunuh nyamuk besar, tidak untuk mematikan jentik-jentik nyamuk.
"Sebagai langkah upaya pencegahan DBD, warga diminta untuk bagaimana dapat melakukan pengamatan mandiri dari dalam keluarga dengan gerakan 3 M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur barang bekas yang dapat dijadikan sarang nyamuk. Kemudian untuk ketua RT dimotivasi guna dapat mengerakan warganya agar dapat melakukan pengamatan secara bersama dalam melakukan aksi bersih lingkungan secara umum," tuturnya.
Meskipun ditengah pandemi, katanya, kerja bakti tetap dilaksanakan namun dengan berbagai pembatasan. Misalnya jumlah warga yang bekerja agar tidak berkerumun.
• Pengamat Ekonomi Regional,James Adam : Dampak Covid Pemerintah Tambah Kuota Perumahan Bersubsidi
• Reses DPRD Kota Kupang, Moris Lay Disambut Keluhan Warga
• Dinkes Mabar Dapat Bantuan 10 Ribu Vial Alat Rapid Tes dari BPBD Mabar
• Jelang Dies Natalis Ke 39 Tahun, AMMAPAI Kupang Gelar Aksi Sosial
• Kenali Dulu Tentang Scabies, Penyakit Kulit yang Disebabkan Oleh Tungau Kecil
Dirinya terus mendorong agar warganya tetap dengan sadar menjaga lingkungan secara mandiri dan bergotong royong bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).