Dua kali Berhubungan Badan, MS Diberikan Uang dan Handphone Oleh Nikodemus

tersangka diketahui jika korban dan tersangka pertama kali melakukan hubungan badan pada Mei 2020 lalu.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
PK/Dion Kota
Kapolres TTS AKBP Andre Librian, S.IK 

Dua kali Berhubungan Badan, MS Diberikan Uang dan Handphone Oleh Nikodemus

POS-KUPANG. COM | SOE - Penyidik Polres TTS mengungkapkan fakta baru dari kasus pembunuhan Nikodemus Biaf (48) warga Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS dengan tersangka MS, gadis 16 tahun. Dari keterangan tersangka diketahui jika korban dan tersangka pertama kali melakukan hubungan badan pada Mei 2020 lalu.

Tersangka diiming-imingi dengan uang 50 ribu untuk melayani napsu korban.

Pada 10 Februari 2021, korban dan tersangka kembali melakukan hubungan badan. Korban awalnya menghampiri rumah tersangka untuk mengajaknya ke pantai. Namun oleh tersangka, korban dimintai untuk pergi dahulu dengan janji tersangka akan menyusulnya.

Sebelum melakukan hubungan badan, korban memberikan handphonenya kepada tersangka sebagai jaminan agar tersangka mau melayani napsunya. 

"Dari keterangan tersangka, diketahui jika ia dan korban sudah dua kali melakukan hubungan layaknya suami-istri pada Mei 2020 dan Februari 2021. Usai melakukan hubungan badan yang kedua kali, ternyata korban belum puas dan minta tambah namun ditolak oleh tersangka. Korban sempat menarik tangan tersangka namun didorong hingga korban terjatuh. Tersangka lalu mengambil pisau dari saku celananya dan menghabisi korban," ungkap Kapolres TTS AKBP Andre Librian, S.IK.

Dari keterangan tersangka diketahui jika tersangka menghabisi korban dengan menggunakan sebilah pisau yang sudah dibawanya dari rumah.  Tersangka menusukkan pisau ke bagian perut dan leher korban hingga tewas.

" Usai melakukan hubungan badan, tersangka lalu hendak pergi mencari kayu bakar namun ditahan korban. Korban meminta tersangka untuk kembali melayani napsunya namun tolak hingga akhirnya tersangka menusuk perut dan leher korban dengan menggunakan sebilah pisau," ujarnya.

Karena masih berstatus anak lanjutnya, tersangka tidak ditahan tetapi dititipkan di direktorat sosial, Dinas Sosial Propinsi NTT. Hak-hak tersangka sebagai anak tetap akan diberikan.

Ketua Araksi, Alfred Baun meminta kepada penyidik Polres TTS agar pelaku yang masih berstatus anak diperlakukan sesuai UU peradilan anak guna menjamin haknya tetap diperoleh. Araksi juga akan berkoordinasi dengan lembaga perlindungan saksi dan korban  guna memberikan pendampingan hukum kepada MS.

Dirinya juga menilai penggunaan pasal pembunuhan berencana untuk menjerat MS tidak pantas karena MS masih berstatus anak.

" Kita minta penyidik Polres TTS untuk tetap menggunakan sistem UU Peradilan anak dalam penanganan kasus MS. Hal ini dimaksudkan agar hak-hak MS sebagai anak tetap diperoleh," pintanya.  

Diberitakan sebelumnya, Nikodemus Biaf (65) ditemukan tewas di Pantai Bitan, Desa Oni, Kecamatan Kualin pada kamis (11/2/21) petang. Korban diketahui keluar dari rumahnya sejak hari Rabu, 10 Februari 2021 pagi.

Keluarga korban yang gelisah karena korban tak kunjung pulang, akhirnya melakukan pencarian dan menemukan korban sudah tak bernyawa. Peristiwa tersebut lalu di laporkan ke Polsek Kualin.

WVI dan PKTA NTT Ingin Anak Yang Diduga Pelaku Pembunuhan di TTS Terpenuhi Hak-Haknya

Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian lalu mengamankan seorang anak gadis berinisial MS yang masih berusia 16 tahun sebagai pelaku pembunuhan Nikodemus. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved